Mendengar kata bisnis online, rasanya sudah tak asing lagi kelihatannya. Beberapa akun di media sosial teman bisa saja berubah menjadi akun bisnis online mereka, sehingga kamu bingung mengapa bisa mengikuti akun tersebut. Perubahan zaman ke era digital membuat semua orang dapat membuat toko online. Toko online tidak hanya berbentuk website namun juga hal lain seperti media sosial, ada juga pihak lain yang menjadi wadah khusus transaksi online. Sebut saja, Bukalapak, Tokopedia, Shopee dan lainnya. Kemudahan dalam mengatur bisnis hanya lewat gadget menjadi hal yang mengubah cara pandang.

Namun, bisnis online yang berdiri tanpa adanya toko fisik atau kantor yang dapat didatangi memiliki kekurangan tersendiri. Seperti dapat indikasi penipuan yang kuat, namun di toko offline, karena fisik yang terlihat lebih meyakinkan konsumen. Terlebih toko offline memiliki pasar tersendiri yang tetap bertahan. Semua kembali kepada tujuan dan target pasar kamu. Namun, kali ini kami coba untuk memaparkan bagaimana jika keduanya seimbang berjalan bersamaan.

Dikenal Dimanapun

Toko offline yang dipilih dapat berada dilokasi yang berpotensi, seperti di Mall atau jalanan yang ramai. Strategi promosi yang dilakukan dapat terlihat oleh siapa saja. Sehingga produk atau jasa kamu dapat dikenal, apalagi strategi yang digunakan menarik perhatian karena unik dan berbeda. Seperti contohnya Oppo, merek yang menjual smartphone dibawah ini.

OPPO di toko online (Shopee)
Oppo menarik perhatian di depan toko offline nya

Kepercayaan Konsumen Meningkat

Walau era digital dan belanja online sudah lumrah terjadi, namun masih saja beberapa kalangan seperti orang tua lebih biasa dengan toko offline. Dari pembagian usia, generasi muda paling sering berbelanja online. Sebanyak 45% di 18-24 tahun, lalu 25-34 tahun (41%), 35-44 tahun (8%), dan 6% sisanya di atas 45 tahun. Dengan kolaborasi toko online dan offline, semua kalangan akan dapat percaya dengan apa yang kamu tawarkan. Toko online kamu dapat dibuktikan lewat offline, dan offline yang kamu buat menguatkan online yang dilakukan juga. Apalagi untuk beberapa industri seperti smartphone yang biasanya tidak dapat lepas dari offline, termasuk service center sebagai layanan yang disediakan.

Toko Offline & Service Center Mendukung Jalannya Bisnis

Penjualan Naik

Ketika dua tujuan sebelumnya sudah tercapai, dimana orang lain menyadari keberadaan merek kamu. Itu berarti, kamu harus menyadari pula apa hal yang membuat mereka tertarik. Dibalik tidak hanya satu dua strategi yang kamu terapkan. Selanjutnya, kolaborasi antara online & offline dapat saling mengisi dan bahkan penjualan naik di keduanya. Jangakuan yang lebih luas adalah kuncinya.

Namun, jika dirasa online secara penuh dapat membaca artikel lain kami. Untuk maksimalkan toko onlinemu!