Sabtu, 9 Januari 2021, Pesawat Sriwijaya Air penerbangan 182 jurusan Jakarta – Pontianak mengalami kecelakaan yang mana hingga saat ini jumlah korban yang diketahui ialah sebanyak 62 orang, terdiri dari 50 orang penumpang dan 12 orang awak pesawat. Kecelakaan terjadi di sekitar Kepulauan Seribu. Sejauh ini banyak sekali isu yang beredar di masyarakat terutama melalui media sosial terkait penyebab kecelakaan. Tedapat beberapa dugaan penyebab kecelakaan yang beredar diantaranya; cuaca, kelalaian maskapai atau crew, dan umur pesawat yang tua. Berdasarkan hal tersebut mari kita ungkap fakta-fakta berdasarkan isu yang beredar di media sosial.

Berikut merupakan data media sosial terkait pembicaraan Sriwijaya Air 182 yang diambil menggunakan NoLimit Dashboard pada rentan waktu 9 – 13 Januari 2021.

Asumsi Netizen Dibalik Kecelakaan Sriwijaya Air 182

Jumlah pembicaraan terkait Sriwijaya Air 182 adalah 55.548 pembicaraan. Pembicaraan terbanyak terdapat pada media sosial Twitter, yaitu 51.793. Dari total pembicaraan tersebut, terdapat 195 pembicaraan dengan sentiment negatif dan 15.250 positif.

Berdasarkan berita yang telah beredar di seluruh media, bukan hal yang asing bagi masyarakat membuat asumsi terkait penyebab kecelakaan tersebut. Berikut merupakan Top 3 topik yang beredar di masyarakat terkait penyebab kecelakaan yang terjadi pada Sriwijaya Air 18

Netizen menduga kecelakaan pesawat dikarenakan cuaca yang buruk.

Sebanyak 58% pembicaraan yang menyebutkan bahwa kecelakaan terjadi karena kondisi cuaca yang buruk. Bagaimanakah sebenarnya laporan terkait analisis kondisi cuaca saat terjadi kecelakaan?

Berdasarkan laporan analisis cuaca dari BMKG, menurut Dosen Meteorologi Sekolah Tinggi Meteorologi Klmatologi dan Geofisika (STMKG) Deni Septiadi, cuaca pada saat itu terdapat awan cumulonimbus dengan radius bentangan awan sekitar 15 km. Selain itu, suhu puncak awan menyentuh angka -70 derajat celsius sehingga pesawat yang melewati awan itu pasti mengalami turbulensi.

Deni kemudian memaparkan data observasi dari BMKG Cengkareng yang menunjukan adanya curah hujan intensintas sedang hingga lebat disertai petir. Kondisi tersebut mengganggu jarak pandang meskipun pesawat masih layak take off ataupun landing.

Netizen nilai usia pesawat merupakan penyebab kecelakaan.

Terkait isu tersebut, Direktur utama Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena, menyatakan bahwa pesawat Sriwijaya Air yang terlibat berstatus layak terbang. Ia juga menyatakan bahwa penundaan selama 30 menit yang terjadi pada penerbangan tersebut disebabkan oleh cuaca buruk, khususnya hujan lebat, dan bukan kerusakan mekanis. Jefferson juga menambahkan bahwa SJ 182 jenis Boeing 737 – 600 sebelumnya telah melakukan perjalanan dengan tujuan Pontianak dan Pangkal Pinang pada awal tahun 2021.

Selain itu, menurut Captain Vincent seorang pilot dan vlogger, usia pesawat tidak begitu berpengaruh atas kecelakaan selama maintenance pesawat nya yang begitu baik. Kemudian Vincent menyatakan tidak ada limitasi suatu pesawat itu bisa diterbangkan atau tidak jika selalu di maintenance dengan baik.

Netizen salahkan maskapai Sriwijaya Air atas kelalaian nya

Terdapat 14% pembicaraan dimana netizen salahkan kelalaian maskapai atas kecelakaan yang terjadi, Apakah betul kecelakaan ini terjadi atas kelalaian maskapai? Dilansir dari website airlineratings.com, dalam hal keamanan Sriwijaya Air memperoleh 4 dari 7 bintang. Sedangkan dalam hal produk memperoleh 3 dari 5 bintang. Berbeda 1 bintang dengan Garuda Indonesia dalam hal keamanan, serta berbeda 3 bintang dalam rating produk.

Disamping isu yang beredar tersebut terkait penyebab kecelakaan, telah diperoleh fakta terbaru terkait penemuan black box pesawat SJ 182. Pada media sosial sendiri terdapat 273 pembicaraan terkait penemuan black box ini, dan 208 talker.

Semoga dengan ditemukan nya black box ini, fakta-fakta yang lebih akurat terkait kecelakaan pesawat SJ 182 dapat segera terungkap. Oleh karena itu, sebaiknya kita menunggu hasil yang valid untuk mengungkap penyebab kecelakaan.