Beberapa waktu lalu, keyword Fizi sempat trending di media sosial Twitter. Fizi yang dimaksud disini adalah tokoh Fizi dalam serial anak-anak Upin Ipin. Kok bisa Fizi tiba-tiba terkenal?

Kepopuleran Fizi di media sosial awalnya dimulai karena cuplikan serial Upin Ipin, dimana Mail menolak ajakan main Upin Ipin untuk membantu ibunya. Saat Mail berkata ia rajin membantu karena surga berada di bawah telapak kaki ibu, Upin dan Ipin seketika tegang mengingat ibunya yang sudah meninggal dunia. Fizi kemudian berkata tanpa berpikir, jika tak ada ibu, maka tidak akan ada surga

Mengingat kepolosan Fizi ini, netizen kemudian ramai mengungkit kembali tingkah Fizi yang dinilai menggelitik. Pada kesempatan ini, saya akan mencoba membedah tren perbincangan Fizi di media sosial di mana hal ini sudah cukup dibilang sebagai krisis bagi serial TV anak Upi-Ipin tersebut. Mengapa demikian?

Satu Kesalahan pada Fizi Bisa Berdampak Sentiment Negatif di Media Sosial

Selama pemantauan NoLimit Dasboard dari 24 Mei sampai 5 Juni 2020, kata kunci Fizi di media sosial Twitter ternyata sudah berjumlah 97.566 Tweet. Jumlah perbincangan ini naik hampir 900 kali lipat semenjak munculnya episode Fizi yang mengakatakan jika tidak ada Ibu, maka tidak ada surgakepada Upin dan Ipin.

Pada tanggal 26 Mei, perbincangan terkait Fizi meningkat hingga berjumlah 17.718 Tweet dibuat oleh netizen. Setelah membedah lebih jauh perbincangan tersebut, saya menemukan 5 persepsi yang paling banyak dibicarakan masyarakat di media sosial terhadap Fizi, dan tentu saja, seluruh persepsi tersebut didominasi oleh persepsi negatif.

  • Tak berakhlak (6.109 percakapan)
  • Jahat (1.035 percakapan)
  • Cengeng (372 percakapan)
  • Kurang ajar (351 percakapan)
  • Bacot (315 percakapan)

Berdasarkan data tersebut, persepsi Fizi khususnya, dan juga film Upin-Ipin secara umum, sudah memiliki sentiment negatif di mata netizen. Hal ini terbilang cukup berbahaya karena mengingat perbincangan di media sosial sangat dinamis untuk terus berubah, terlebih ketika ada isu viral di dalamnya. Bisa jadi citra film Upin-Ipin akan semakin negatif apabila tidak ada tindak lanjut dari pihak creator.

Respon Tanggap sangat Penting dalam Menghadapi Krisis di Media Sosial

Tepat pada tanggal 2 Juni 2020, perbincangan terkait Fizi kembali meningkat. Ternyata, pada salah satu episodnya, Fizi melakukan klarifikasi dan meminta maaf atas apa yang diucapkannya sebelumnya. Melihat ke dalam data pemantauan, netizen mulai merespon positif permintaan dari Fizi tersebut. Terdapat 3.368 percakapan yang terkait dengan permintaan maaf, diantaranya seputar ajakan untuk memaafkan Fizi, permintaan agar Fizi tak mengulanginya lagi, serta rasa kagum pada Fizi yang berani meminta maaf sendirian di video itu. Fizi pun dianggap keren dan layak dicontoh karena tidak melibatkan orang tuanya dalam masalah ini, meskipun Fizi masih berusia anak-anak.

Sebagian netizen juga turut mengapresiasi studio creator serial Upin Ipin. Les Copaque merupakan salah satu akun yang diinilai tanggap dan merespon tuntutan netizen agar Fizi meminta maaf, meskipun tuntutan netizen hanya setengah bercanda. Respon Les Copaque mampu mengubah potensi rusaknya citra serial Upin-Ipin menuju hal yang positif, malah mungkin menunjang marketing. Rupanya, selain keberanian Fizi, respon Les Copaque pun layak ditiru untuk hal-hal semacam ini.

Hal ini pun berkaitan dengan krisis-krisis lainnya di media sosial di mana tentu sangat dibutuhkan peran influencer dengan jumlah pengikut yang tinggi untuk turut menyebarkan klarifikasi atau tindak lanjut dari pihak-pihak yang sedang mengalami krisis, khususnya di media sosial.

Beberapa selebtwit Indonesia pun turut mengomentari kepopuleran Fizi yang mendadak ini. Ada yang bingung, seperti @faizsadad_, ada yang kesal, seperti @ikramarki, ada yang sempat suudzon, seperti @seterahdeh, tapi ada juga yang menyalahkan Mail (lho?) seperti @fermendkis. 

Disamping dengan adanya kontroversi isu Fizi, strategi yang dilakukan serial Upin-Ipin dengan meningkatkan keterwakilan audience sudah cukup sukses dilakukan. Kreator Upin-Ipin sudah cukup cerdik untuk memasukkan beragam latar belakang budaya dari berbagai tokohnya. Ada Jarjit orang India, Meimei keturunan Tionghoa, bahkan Susanti yang pindahan asal Indonesia. Dengan memberikan audience alasan untuk bisa relate, peluang audience untuk engage dan terus menonton berpotensi semakin besar. Untung saja pihak creator dari serial ini sudah lebih cepat tanggal dalam merespon persepsi negatif di media sosial, sehingga perbincangan terkait serial Upin-Ipin sudah mulai kembali ke arah positif.

Menurut teman-teman sendiri, gimana nih soal Fizi? Share yuk di kolom komentar!

Astari Fauzani
Astari Fauzani
Media Analyst at | Website

I worked in academia and research before making a career pivot heading into data analysis. I am accustomed to utilizing data-driven insights within multiple fields, with experience expands within biotechnology, operational, and social media sectors.