Virus Corona atau Covid-19 sudah tak asing lagi bagi kita, Virus ini berawal dari kota Wuhan, China. Isunya, virus ini berasal dari hewan dan terpapar ke manusia. Jumlah kasus karena ini, meningkat di seluruh dunia. Saat ini, jika merujuk pada data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University, hingga 23 Maret 2020, total jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 331.273 kasus, dengan 14.450 kematian, dan 97.847 pasien dinyatakan sembuh.

Pada awal penyebarannya di beberapa negara, Indonesia belum terpapar. Sampai, pada 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo melakukan jumpa pers secara mendadak. Jokowi menjelaskan, ada warga negara Jepang domisili Malaysia yang belum lama ini datang ke Indonesia. Setelah kembali ke Malaysia, ternyata ia positif Corona. Karenya muncul kasus 1 dan 2, yang sebelumnya berkontak langsung dengan warga Jepang saat berada di Jakarta.

Dari kekhawatiran yang muncul, beberapa negara melakukan lockdown. Lockdown diartikan sebagai penutupan akses masuk maupun keluar di satu daerah yang terdampak. Italia, Tiongkok, Malaysia adalah tiga dari beberapa negara lainnya yang melakukan lockdown. Sampai 23 Maret 2020, data yang disampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk virus ini, sudah mencapai 579. Indonesia tidak memilih lockdown, namun himbauan jaga jarak dari satu orang ke orang lainnya.

Jika Indonesia memilih untuk lockdown, apa baik buruknya? NoLimit akan paparkan.

Mulai dari baiknya.

Perdebatan mengenai lockdown atau tidaknya Indonesia, disinggung di banyak media tak terkecuali media sosial. Tak ada sesuatu yang sempurna, pemerintah harus memikirkan baik dan buruknya. Kali ini, mulai dari baiknya.

Lockdown secara negara ataupun kota, dapat mengurangi tersebar lebih luas Virus Corona, dengan lebih efektif.

Saat adanya korban, dalam penanggulangannya lebih cepat diketahui dan dirawat.

Sehingga, lonjakan korban tidak cepat, malah kemungkinan menurun.

Tiga diatas dibuktikan Wuhan di China, yang mana lockdown mengurangi kasus yang terjadi. Pemberlakuan lockdwon sendiri, punya sejarah. Dianggap mengurangi wabah, saat wabah flu Spanyol pada awal abad ke 20. Ini juga diberlakukan.

Ini Buruknya.

Terlepas dari baiknya, tak dapat dipungkiri buruknya pun ada. Maka dari itu pemerintah tidak semudah itu dalam membuat keputusan, banyak hal yang harus dipikirkan.

Terganggunya ekonomi, sosial dan keamanan.

Di Indonesia, masih banyak orang yang mengandalkan uang harian dalam bekerja. Jika lockdown dilakukan, pekerjaan mereka akan terganggu dan bagaimana ia dapat menjalani hidupnya? Kecuali seperti di Wuhan, pemeritah membuat dapur umum. Subsidi harus dipikirkan jika lockdown yang dipilih.

Dengan adanya lockdown, produktivitas orang akan berkurang. Juga,
adanya kecemasan yang memicu untuk membeli sesuatu berlebihan, terutama makanan juga peralatan medis seperti masker dan hand sanitizer. Jika stok semakin menipis maka kelangkaan bisa terjadi dan ujung-ujungnya harga naik secara drastis. Dan memang, saat tulisan ini dimuat, masker dan hand sanitizer sudah langka.

Bagaimana? Anda sendiri, tim setuju atau tidak? Jika Indonesia melakukan lockdown. Semoga Corona berkurang, dan kita selalu diberikan kesehatan!

Ahmad Nuari Ramadhan
Social Media & Content Marketing at | Website

Rama writes implicity or explicity. Engaged in media and technology. When writing, he tries to feel what other people feel.