Bullying tidak hanya terjadi di dunia nyata, namun juga di dunia maya, bahkan keduanya menjadi hal yang dapat terjadi bersamaan. Media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook dan lainnya dapat menjadi tempat untuk mengolok-ngolok seseorang. Terkadang, bullying lewat media sosial lebih menimbulkan trauma psikis yang lebih parah daripada di dunia nyata. Korbannya dapat frustasi, dan berakhir sampai bunuh diri.

Efek negatif pada korban, diperkuat lagi jika komentar negatif tersebut, menggiring orang lain untuk berkomentar sama. Rasa malu pada korban bisa muncul, dan sehingga ia tidak percaya dengan dirinya. Ketika itu terjadi di kamu, kamu harus tahu apa yang kamu lakukan. Pada artikel kali ini, kami akan memberitahu, bagaimana mengatasi bullying di media sosial!

(1) Abaikan Saja

Ketika ada yang mengolok-ngolokmu di media sosial, rasanya kamu jengkel bercampur sedih. Rasanya, kamu ingin membalas komentar tersebut dan malah berdebat dengannya. Namun, jika itu terjadi, itu akan membuat “Hatters” semakin menjadi-jadi. Padahal, jika kamu diamkan, ia akan lelah sendiri.

(2) Simpan Bukti

Dengan fitur screenshot, pada gadget era sekarang, kamu dapat mengabadikannya. Bahkan dapat direkam dalam bukti video, untuk memperkuat bukti. Khususnya pada kalimat yang jelas-jelas membully, atau membahas hal yang tidak pantas di media sosial.

(3) Blokir

Serba salah memang, dalam merespon hatters. Ketika kita pikir didiamkan membuat ia pergi, malah terkadang sebaliknya. Namun, semua tahapan ini harus dicoba. Ketika hatters yang sama semakin menjadi-jadi, juga akun yang digunakan adalah palsu, itu menyulitkan kamu dalam mencari informasi seputar akun tersebut. Maka, sebaiknya kamu blokir saja. Jika ia membuat akun lain, kamu akan tahu jika itu adalah orang yang sama. Terlihat dari bahasan yang ia bahas, karena tidak akan jauh-jauh dari sebelumnya. Dengan cepat, kamu dapat memblokirnya lagi.

(4) Lapor Polisi

Orang yang melakukan bullying dan tidak berhenti, terlebih akun palsu yang dibuatnya tidak sedikit, lebih baik kamu laporkan saja ke pihak berwajib. Pihak berwajib dapat melacak akun tersebut, sehingga pelaku dapat ditemukan.

Biasanya korban dari bullying di media sosial ini, adalah seseorang yang memiliki banyak followers di media sosialnya. Jumlah pengikut tersebut, dapat menunjukkan jika mereka adalah orang yang terkenal. Namun, bukan berarti komentar pada media sosial tersebut selalu baik. Para pembully biasa juga disebut sebagai “Hatters”. Katakan saja, beberapa akun Instagram artis Indonesia, pasti kerap ditemui komentar negatif.

Kesimpulan

Namun, semua kembali lagi kepada kamu, apa kamu akan terus membiarkannya, atau serius untuk memperkarakannya. Berikut ini, salah satu contoh dari penghinaan terhadap Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Postingan yang Menghina Walikota Surabaya

“Anjirrrr… asli ngakak abis… nemu foto sang kodok betina legendaris,” tulis akun Zikria Dzatil pada 16 Januari 2020 pukul 18.59 WIB

Namun, setelah masalah tersebut di proses oleh Polisi, pada akhirnya Risma memaafkan Zikria Dzatil. Itulah cara mengatasi bullying di media sosial, pernah punya pengalaman? Atau jika kamu ada posisi Risma, apa yang kamu lakukan? Tulis di kolom komentar ya!

Ahmad Nuari Ramadhan
Social Media & Content Marketing at | Website

Rama writes implicity or explicity. Engaged in media and technology. When writing, he tries to feel what other people feel.