Jika mendengar kata branding, apa yang terlintas? Usaha jualan produk dari perusahaan? Tidak juga. Tanpa kita sadari, atau sebaliknya diri kita sendiri juga dapat di branding. Biasa disebut dengan personal branding, dimana adalah proses memasarkan diri melalui suatu citra atau kesan yang dibentuk untuk khalayak umum.

Citra bisa dibentuk dengan berbagai macam cara, offline maupun online. Namun, dengan dikenalnya media sosial saat ini, pembentukan citra dapat lebih mudah dilakukan. Untuk kamu yang belum mencoba memaksimalkan branding kamu di media sosial, kami akan beritahu manfaatnya!

(1) Kamu Lebih Percaya Diri

Jika kamu mencoba untuk mengenalkan diri kamu di media sosial, kamu akan terlihat sebagai orang yang percaya diri. Itu juga berlaku bagaimana kamu memandang diri kamu sendiri juga. Kamu dapat berinovasi, berkarya, dan sharing dengan pengikut media sosialmu. Itu dapat menghasilkan keterikatan yang baik dengan orang lain, sehingga kamu akan mendapatkan respon. Mulai dari komentar, pertanyaan, sampai pujian.

(2) Menambah Relasi

Jika kamu sudah konsisten dengan postingan yang kamu minati, atau ketika orang-orang sudah mencap kamu sebagai seseorang yang ahli di satu atau berbagai bidang. Ini adalah kesempatan yang baik untuk kamu, itu akan membawa nama kamu kedalam obrolan orang-orang yang lebih profesional, dapat secara pribadi maupun perusahaan. Dimana kamu dapat saja dihubungi untuk mempromosikan suatu produk atau jasa, dan kamu dibayar untuk itu. Sehingga personal branding kamu tidak hanya untuk eksistensi diri, namun juga dapat menghasilkan uang.

(3) Menjadi Portofolio

Suatu hal tidak akan dipercaya, jika tanpa bukti bukan? Media sosial dapat menjadi portofolio, sebagai galeri karya atau hal yang membuatmu dikenal lewat media sosial. Portofolio dapat menguatkan atau menjadi nilai tambahmu, salah satunya jika kamu melamar pekerjaan. Khususnya posisi-posisi yang berhubungan dengan teknis dan karya. Kamu tidak bisa hanya sekedar berbicara, tanpa berani membuktikannya. Maka dari itu, manfaatkan media sosial dengan baik, bukan hanya dari tampilannya saja. Tetapi, dari konten yang dapat dijelaskan hikmah dan maksud baiknya.

(4) Membuatmu Produktif

Daripada hanya mengomentari postingan seseorang, apalagi jika negatif. Lebih baik coba menjadi mereka, sehingga kamu dapat pengalaman yang baru. Asah terus keahlian kamu, terlebih jika konten yang kamu buat sudah menjurus ke hanya satu bahasan. Contohnya, kamu dikenal sebagai seorang yang suka dengan film. Media sosial kamu, dimanfaatkan untuk membahas film yang kamu sudah tonton. Sehingga apa yang kamu tonton, membantu orang lain tahu untuk menentukan film itu layak atau tidak untuk merek tonton. Lambat laun, respon positif dari audience, akan membuatmu merasa apa yang kamu lakukan adalah hal yang produktif.

(5) Audience yang Sama Denganmu

Kamu akan dipertemukan dengan orang yang tertarik dengan personal branding yang kamu ciptakan, sehingga audiencemu sama sepertimu. Ketika kamu membahas seputar film, mereka yang meresponmu juga, yang memang menyukai film. Kamupun akan tahu, jika apa yang kamu lakukan tak sia-sia. Kunci dari membangun personal branding di media sosial adalah mengikuti tren dan sabar, khususnya di konten yang kamu buat. Ketika audience yang sama terus bertambah, itu berarti konten yang kamu buat memang sudah tepat sasaran.

Bagaimana? Jangan malu-malu membangun personal branding di media sosial! Karena itu, ada baiknya. Apalagi mengikuti perkembangan tidak ada salahnya, ketika kita punya niat dan konsistensi yang baik.

Baca juga: Tingkatkan Citra Perusahaan dengan Integrated Customer Service Tools

Ahmad Nuari Ramadhan
Social Media & Content Marketing at | Website

Rama writes implicity or explicity. Engaged in media and technology. When writing, he tries to feel what other people feel.