Strategi adalah hal paling terpenting dalam bisnis, khususnya strategi dalam pemasaran. Salah satu cara untuk maksimalkan pemasaran yang Anda lakukan, adalah dengan menggunakan media monitoring. Di Indonesia sendiri dapat ditemukan beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang ini. Media monitoring dapat membantu Anda merancang strategi yang tepat dalam menyasar target Anda. Karena disadari atau tidak, merumuskan strategi bukan pekerjaan yang gampang. Kendala biasanya dirasakan pada penerimaan Anda terhadap segala resiko, sehingga harus dipikirkan matang-matang.

Beragam jenis pemasaran kerap kita jumpai sehari-hari, seperti Direct Selling dan lain sebagainya. Kali ini kami akan beritahu, bagaimana Media Monitoring dapat membantu Anda dalam menentukan strategi pemasaran di media sosial khususnya dan yang seharusnya!

Mengetahui Target Pasar

Jika selama ini Anda mencoba strategi pemasaran yang belum tentu efektif, dengan Media Monitoring Anda dapat memantau brand sekaligus produk. Katakan market pasar Anda adalah mahasiswa atau mahasiswi, di Media Monitoring pembicaraan mereka akan terlihat, jika mereka membicarakan brand juga produk Anda baik atau buruk. Jika tak ada mahasiswa/i yang membicarakan apa yang Anda butuhkan, berarti target Anda salah. Ini dapat diketahui lewat hashtag yang dimonitor, seperti Anda membuat sebuah kuis di media sosial. Untuk lebih memudahkan Anda melihat keikutisertaan peserta, Anda mewajibkan untuk menggunakan hashtag #MahasiswaPakeKaosSelow dalam cara ini.

Brand Anda Adalah “Kaos Selow” dengan tujuan para millenial mengetahui brand Anda. Jika hashtag banyak ditemukan dan dibicarakan dengan antusias, berarti berjalan sesuai rencana. Ketika target pasar salah, Anda dapat mengevaluasi apa yang Anda jual dan menyesuaikannya. Atau Anda dapat pula mengganti target pasar.

Menentukan Konten

Kata “Konten” sendiri di era ini bukan menjadi hal yang jarang terdengar, istilah “Content Creator” atau Youtubers sendiri pasti diketahui banyak orang saat ini. Namun sejatinya, membuat konten tidak semudah itu. Pesan, kreativitas juga harapan pembuatan konten menjadi hal yang tidak bisa main-main. Konten di media sosial, mau itu dalam bentuk gambar atau video, dapat mengundang virality. Dimana virality berarti ada massa yang membahas konten tersebut.

Namun, konten saat ini juga dibuat oleh perusahaan, karena penggunaan media sosial yang semakin hari menjadi hal yang dimanfaatkan. Penentuan konten, selain menyasar pada target pasar, dapat juga terbantu karena media monitoring. Dimana media monitoring dapat menemukan hal yang sedang tren, tingkat konten Anda juga ditemukan banyak orang juga akan bertambah ketika Anda membuat konten sesuai dengan apa yang dibicarakan.

Contohnya sebagai berikut. Dimana film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini” cukup dibicarakan netizen, film ini sebagai film Indonesia pertama di Tahun 2020 yang mendapatkan 1 juta lebih penonton tak lama dari waktu tayang perdana di 2 Januari 2020. Untuk mengikuti tren pembicaraan seputar film ini di media sosial, akun lain pun ikut mengikutinya. Di Media Monitoring, kebenaran akan tren dapat dibuktikan secara data, sehingga Anda tidak perlu khawatir pembuatan konten Anda akan sia-sia.

Poster dan font Khas dalam Poster Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini”
Postingan akun pelatihan IT dari Kominfo, mengikuti font yang sama dengan NKCTHI

Kesimpulan

Dua poin tersebut adalah poin yang dituju di era digitalisasi saat ini. Yang mana dalam riset, menentukan dan membuktikan target pasar adalah hal yang sangat penting. Juga penyesuaian konten terhadap hal yang sedang tren, membuat para pengguna media sosial tertarik dengan teknik pemasaran yang dilakukan sebuah merek.

Ahmad Nuari Ramadhan
Social Media & Content Marketing at | Website

Rama writes implicity or explicity. Engaged in media and technology. When writing, he tries to feel what other people feel.