Dasarnya, perbedaan sebuah bisnis dengan konsep Business to Business berbeda dengan Business to Customer. Perbedaannya, mulai dari tujuan bisnis dibentuk sampai produk apa yang dijual. Tak terkecuali, strategi marketing yang berbeda pula. B2B terlihat jelas semenjak muculnya bisnis e-commerce di Indonesia, bagaimana para pelaku bisnis ini mencoba melakukan transaksi jual beli produk atau jasa melalui online dengan internet.

Pada B2C, strategi ini tergolong tidak mudah namun juga tidak sulit. Yang menjadi permasalahan adalah, keinginan konsumen dinilai mudah berubah juga sulit ditebak. Perbedaan dengan B2B, untuk bisnis ini adalah dengan contoh, Anda ingin menjual Smartphone. Jika cara pandang Anda, smartphone tersebut dapat dijual lagi oleh konsumen lewat counter, yang mana Anda menekenakan pada “Bisnis Jual Smartphone Bagi Counter” itu termasuk B2B. Sedangkan B2C Anda langsung menjualnya ke konsumen.

Berikut ini kami coba memberitahu Strategi Marketing untuk B2C.

Website yang Menarik

Bisnis B2C biasanya berawal dari pembuatan website e-commerce, menjadi tantangan tersendiri menggunakan media website sebagai hal yang menarik perhatian. Namun tetap perhitungkan website yang lebih menarik daripada kompetitor. Mulai dari desain, pemilihan kata-kata, dan hal berbeda lainnya. Selebihnya, pastikan kecepatan website cepat untuk di akses, tidak terbebani dengan tampilan yang berat. Satu lagi, jangan lupakan kualitas!

User Experience yang Baik

Pengalaman pengguna adalah satu dari faktor yang dapat membuat pengunjung website betah berlama-lama dalam menjelajah website. Pengalaman pengguna dapat dimaksimalkan dengan fitur yang memudahkan viewers dalam membeli produk atau jasa. Fitur lainnya adalah kemudahan dan kelengkapan informasi yang ditawarkan kepada konsumen. Efektifkan antar fitur dan kecepatan website, seperti yang dikatakan pada nomor tiga. Jangan sampai fitur belimpah, namun website lambat untuk menampilkan isinya.

Pelayanan Pelanggan

Pelayanan kepada pelanggan atau customer service sangat penting dan fatal. Sebaiknya berikan pelanggan pilihan untuk menghubungi, seperti lewat email, telepon dan media sosial. Khusus media sosial, jika anda bingung melakukan pelayanan karena banyaknya jenis media sosial atau komplain yang juga tidak sedikit, Anda dapat membaca tulisan kami sebelumnya tentang langkah mengelola komplain di aplikasi media sosial bisnis anda.

Yang jelas Anda harus merasakan posisi sebagai konsumen, dengan kesan yang baik karena kepedulian Anda, mereka akan puas. Semua dapat berimbas kepada citra perusahaan yang baik, sehingga strategi marketing apapun akan lebih diterima oleh mereka. Selain itu, mereka akan kembali membeli produk atau memakai jasa bisnis Anda. Bahkan, diharapkan merekomendasikan itu semua kepada lingkungannya. Juga Anda dapat membuat mandiri pelanggan Anda, membantu beberapa pelanggan yang tidak menyukai proses komplain atau mengajukan pertanyaan lewat customer service. Halaman khusus seperti help.nolimit.id

Kesimpulan..

Lewat Website yang menarik, dan user experience yang baik, pelanggan akan datang untuk mengunjungi halaman penawaran Anda. Namun customer service punya nilai kuat untuk masa depan bisnis Anda, komplain yang dapat dikendalikan dan direspon dengan cepat itulah yang membuat pelanggan percaya terhadap bisnis anda.

Ahmad Nuari Ramadhan
Social Media & Content Marketing at | Website

Rama writes implicity or explicity. Engaged in media and technology. When writing, he tries to feel what other people feel.