Pada pembahasan sebelumnya mengenai mengukur kualitas konten berdasarkan engagement di media sosial, kita telah belajar bagaimana mengukur kualitas konten berdasarkan jumlah interaksi yang diberikan. Dari pembahasan kemarin, kita bisa menyimpulkan bahwasanya bobot engagement merupakan parameter penting untuk mengetahui kualitas konten kita.

Pada pembahasan sebelumnya mengenai mengukur kualitas konten berdasarkan engagement di media sosial, kita telah belajar bagaimana mengukur kualitas konten berdasarkan jumlah interaksi yang diberikan. Dari pembahasan kemarin, kita bisa menyimpulkan bahwasanya bobot engagement merupakan parameter penting untuk mengetahui kualitas konten kita.

Dalam pembahasan kali ini, kita akan mencoba menguji kualitas konten endorse berdasarkan parameter bobot engagement. Melalui parameter tersebut, kita bisa mengetahui bagaimana menciptakan suatu konten dengan jumlah interaksi yang tinggi. Ada beberapa poin yang akan dinilai terkait kualitas konten serta dampaknya terhadap engagement, yaitu:

  • Kualitas Foto
  • Isi Konten & Gaya Bahasa
  • Jumlah Interaksi

Dari poin tersebut, kita akan mencoba membandingkan kualitas dari sebuah konten yang dimiliki serta dampaknya terhadap interaksi yang dilakukan Audience di Instagram. Kami memilih 3 akun artis yang terkenal dengan konten endorse / promote post-nya di Instagram, yaitu:

  • Olla Ramlan : 8,953,216 Audience
  • Sandra Dewi : 9,251,827 Audience
  • Ayu Ting Ting : 23,172,985 Audience

Terkait waktu pengambilan sample konten, kami memantau konten berdasarkan 15 Postmade terakhir pada tanggal 12 Januari 2018. Dalam hal ini, kami mengambil 2 posting berdasarkan jumlah interaksi tertinggi dan terendah. Berikut rangkuman analisis yang kami lakukan terhadap artis tersebut, yaitu:

Olla Ramlan 

Posting di atas memiliki jumlah interaksi tertinggi. Ada beberapa hal yang menyebabkan foto tersebut memiliki interaksi paling tinggi diantara konten lainnya, yaitu:
    • Foto yang ditampilkan memang di konsep dengan tujuan untuk menampilkan sisi kemewahan dalam berpakaian. Di dalam foto, terselip pesan promosi untuk selalu tampil modis. Bisa disimpulkan, mindset produk yang akan ditampilkan adalah produk yang berkelas.
  • Selain kualitas foto yang memang terkonsep, hal lainnya yang menjadi penilaian adalah isi deskripsi foto.  Dalam hal ini, deskripsi memang sengaja dibuat tidak terlalu menjual. Tujuannya adalah untuk memberikan kesan bahwa produk yang ditampilkan memang direkomendasikan oleh artis tersebut. Sehingga, tanpa isi yang terlalu menjual, para Audience pun akan tertarik terhadap produk.
  • Penggunaan bahasa Inggris dalam deskripsi produk biasanya sering digunakan untuk menciptakan kesan kualitas dalam suatu produk. Sehingga, tanpa penjabaran deskripsi yang bertele-tele, pesan dari produk pun tersampaikan melalui foto produk yang ditampilkan.
  • Hasilnya, foto tersebut memiliki interaksi yang tinggi dengan perolehan Applause sebanyak 40 ribu Likes dan Talk sebanyak 224 Comments.
Lain halnya dengan jenis konten endorse di atas, posting satu ini justru memiliki jumlah interaksi terendah. Nampaknya, ada beberapa hal yang menyebabkan posting di atas kurang diminati Audience, yaitu:
    • kualitas foto tidak terlalu istimewa. Kita bisa melihat bahwa foto tersebut diambil dengan konsep yang terlalu sederhana, khususnya dari segi pemilihan background dan angle foto. Jika dilihat dari segi foto produk, posting tersebut tidak memberikan kesan perkenalan produk yang signifikan. Akhirnya, ketika Audience ingin mengenal lebih dalam terkait produk, maka Audience harus membaca terlebih dahulu isi dekripsi.
  • Jika dilihat lebih dalam terkait deskripsi, pesan yang ditampilkan hanya menyuruh Audience untuk segera membuka halaman Instagram target. Selain itu, posisi artis dalam deskripsi tersebut hanya sebagai orang yang merekomendasikan produk bukan sebagai pemberi review.
  • Hasilnya, interaksi yang didapatkan pun rendah, dengan jumlah Applause sebanyak 6K Likes.

Sandra Dewi

Posting tersebut memiliki jumlah interaksi tertinggi dalam kategori konten endorse atau promote post. Dalam hal ini ada beberapa alasan foto tersebut mendapatkan jumlah interaksi tertinggi, yaitu:
    • Dari segi kualitas, posting di atas memang dikonsep dengan baik. Hal tersebut bisa kita jumpai pada pemilihan layout dan posisi foto. Tepat disekitar foto terdapat banyak produk-produk yang tersusun rapih. Sehingga, pesan yang ditampilkan adalah kemudahan seorang ibu hamil terhadap kebutuhan sebelum dan sesudah melahirkan.
  • Setelah pesan promosi tersampaikan, isi deskripsi pun memberikan penegasan terhadap pesan promosi yang disampaikan. Dalam hal ini, peranan model sangat tepat untuk memberikan review terhadap produk. Sehingga, Audience pun akan tertarik terhadap konten tersebut.
  • Hasilnya pun cukup tinggi dengan perolehan Applause sebanyak 71,7K Likes dan Talk sebanyak 182 Comments.
Posting di atas memiliki jumlah interaksi terendah di antara postingan lainnya. Ada beberapa hal penting yang menyebabkan interaksi tersebut menurun, yaitu:
    • Dari segi foto, pada dasarnya tidak ada yang salah terkait konsep foto. Apalagi, foto tersebut hanya menampilkan sebuah kuis. Hanya saja, sebelum Audience tertarik untuk mengikuti kuis, para Audience harus membaca isi deskripsi terlebih dahulu.
  • Dari segi deskripsi, pesan promosi yang di tampilkan hanya fokus mengajak Audience untuk mengikuti kuis. Sehingga, minat Audience akan tergantung pada menarik tidaknya kuis tersebut.
  • Interaksi yang dimiliki pun cukup rendah, terbukti dengan perolehan jumlah Applause sebanyak 7,3K Likes dan Talk sebanyak 38  Comment.

Ayu Ting Ting

Posting di atas memiliki jumlah interaksi tertinggi. Ada beberapa hal yang menarik terkait keberhasilan posting tersebut, yaitu:
    • Foto di atas memiliki kualitas yang cukup istimewa. Dalam hal ini, kita bisa melihat bahwa foto diambil menggunakan kamera khusus. Sehingga, hasilnya akan terlihat elegan dan detil. Jika diamati lebih dalam, pose dari model tersebut memang sangat pas untuk mencerminkan produk yang berkelas.
  • Dari segi deskripsi, sang model memberikan review terkait produk. Sehingga, Audience pun akan menilai bahwa produk di atas memang direkomendasikan oleh artis tersebut.
  • Interaksi yang dimiliki pun sangat tinggi yaitu dengan perolehan Applause sebanyak 151,4K Likes dan 1,8 ribu Comment.
Posting di atas memiliki interaksi yang sangat rendah. Dalam hal ini, ada beberapa hal yang menyebabkan interaksi tersebut menurun, yaitu:
    • Dari segi foto, nampak model pada foto tersebut adalah orang lain. Dalam hal ini, Audience pun bisa menilai bahwa isi konten di atas merupakan milik orang lain bukan dari sang model. Selain itu, kualitas foto pun tidak terlalu istimewa, baik itu dari pengambilan gambar, tata letak dan konsep foto.
  • Begitu juga dengan isi deskripsi yang dimiliki. Audience pun bisa menilai bahwa deskripsi yang ditampilkan merupakan . Dalam hal ini, sang artis tidak memberikan review produk terhadap Audience.
  • Jumlah interaksi pun terbilang sangat rendah yaitu dengan perolehan Applause sebanyak 14K likes.

Kesimpulan

Setelah kita mengetahui perbandingan dari posting tersebut, maka kita bisa menyimpulkan konten endorse seperti apa yang mampu membangkitkan interaksi. Terkait analisis yang dilakukan berdasarkan konten di atas, ada beberapa faktor pendukung untuk menciptakan konten dengan interaksi yang tinggi di Instagram.

Pertama, kualitas foto yang istimewa mampu membangkitkan ketertarikan Audience terhadap produk. Dalam pantauan kami, hasil interaksi yang diberikan oleh kualitas foto yang istimewa dan terkonsep akan lebih tinggi dibanding kualitas foto yang biasa saja.
Kedua, deskripsi berbentuk review lebih disukai oleh Audience dibanding deskripsi bersifat kalimat ajakan secara langsung. Ada kalanya Audience pun ingin mendengar pendapat dari artis tersebut terhadap sebuah produk.

Ketiga, penggunaan bahasa inggris dalam deskripsi pun mampu memberikan dampak yang baik terhadap interaksi. Penggunaan dengan bahasa inggris di dalam konten endorse akan baik dilakukan jika kita ingin menampilkan kesan kualitas dalam produk yang ditampilkan.