E-Commerce menjadi salah satu industri yang sedang hangat diperbincangkan di awal tahun 2018 ini. Selain nama-nama besar di Indonesia, seperti Lazada, Shopee, OLX dan yang lainnya, ternyata kini semakin banyak pendatang-pendatang baru yang bergerak di bidang E-Commerce ini. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang bergerak di bidang E-Commerce, tentu saja persaingan di industri ini akan semakin ketat, dan hal ini membuat perusahaan E-Commerce tersebut berlomba-lomba dalam merebut hati pelanggannya.

Penggunaan dan pengoptimalan media sosial menjadi salah satu senjata rahasia bagaimana industri ini bisa menggaet calon konsumen mereka dan mengubahnya menjadi konsumen yang setia. Bisa dipastikan semua E-Commerce besar di Indonesia menggunakan media sosial mereka dengan cukup baik, dimulai dari promo, kuis, informasi produk, informasi brand, sampai konten-konten yang bersifat hiburan berhasil mereka gunakan untuk menarik perhatian para pengguna media sosial.

Kami sendiri rutin memperhatikan perkembangan media sosial di Indonesia, terlebih lagi perkembangan bagaimana media sosial ini bisa digunakan untuk kebutuhan bisnis. Pada bulan Januari kemarin, kami memantau industri E-Commerce ini dan mencoba untuk menganalisis bagaimana mereka menggunakan media sosial, khususnya dalam membangun Brand Community di media sosial.

APA ITU BRAND COMMUNITY?

Brand Community ini adalah proses di mana sebuah Brand mengembangkan brand awareness mereka di media sosial sehingga membuat orang mau mengikuti media sosial mereka. Proses selanjutnya adalah proses perubahan yang dari semula hanya sebagai pengikut di media sosial menjadi pengikut yang setia dan aktif di setiap postingan yang dibuat. Hingga pada ujungnya pengikut ini akan menjadi komunitas tersendiri bagi masing-masing brand dan tentu saja dampak positifnya adalah meningkatkan penjualan dari brand tersebut.

E-Commerce Social Media Overview, January 2018

Komunitas ini menjadi sangat penting karena dengan adanya komunitas, setiap informasi yang diberikan oleh masing-masing brand akan lebih mudah tersampaikan, bahkan tersebar ke masing-masing target audience-nya.

BAGAIMANA CARA MEMBANGUN BRAND COMMUNITY?

Berkaca pada kesuksesan E-Commerce dalam membuat brand community, hal pertama yang harus dilakukan oleh teman-teman adalah membuat rencana distribusi konten dengan baik. Dalam hal ini, yang lebih difokuskan lagi adalah tipe-tipe konten yang ingin teman-teman sampaikan ke pada para pengguna media sosial. Bukan menjadi rahasia lagi bahwa dalam Content Marketing, kita harus menjual produk dengan cara soft selling dan membuat orang merasa sangat perlu untuk membeli produk Anda.

Teman-teman perlu membuat beberapa macam tipe konten, seperti konten yang membuat orang ingin berkomentar, konten yang bersifat edukasi, konten menghibur, konten inspirasi bahkan sampai konten yang berbentuk promosi atau kuis berhadiah. Tipe-tipe konten tersebut adalah tipe konten yang berhasil dilakukan oleh para E-Commerce besar di Indonesia dalam menggaet pengguna media sosial menjadi komunitas mereka.

E-COMMERCE BRAND COMMUNITY: TWITTER

Twitter masih menjadi pilihan utama para pegiat E-Commerce untuk berkomunikasi dengan komunitas mereka. Semakin banyak followers yang dimiliki, makin semakin besar pula kesempatan dalam membuat komunitas yang setia pada brand Anda.

Terhitung sampai bulan Januari 2018, Blibli menjadi E-Commerce yang memiliki followers terbanyak, yaitu 467,771, diikuti oleh Lazada 332,098 dan OLX 205,482. Di sini, kami tidak hanya memantau berapa jumlah pengikut dari sebuah brand, tetapi kami juga memantau bagaimana jumlah pengikut tersebut bisa berkembang dalam waktu satu bulan.

Di balik ketiga brand sebelumnya yang memuncaki posisi 3 besar dengan jumlah pengikut terbanyak, nyatanya perkembangan jumlah pengikut tercepat dalam waktu 1 bulan adalah Shopee dengan angka 4.88 %. Artinya, dalam jangka waktu 1 bulan tersebut, Shopee berhasil membangun komunitas mereka di media sosial Twitter lebih cepat dan lebih efektif dibandingkan dengan brand E-Commerce lainnya. Selain Shopee, E-Commerce lainnya yang memiliki nilai Auidence Growth yang tinggi adalah JD.ID dengan 4.02% dan Tokopedia dengan 1.40%.

Hal lainnya yang kami pantau adalah bagaimana para E-Commerce membuat konten sekaligus pula dengan seberapa efektif konten-konten tersebut bisa menarik perhatian pengguna media sosial (Engagement). Pada media sosial Twitter, Blibli menjadi E-Commerce yang paling banyak membuat konten, yaitu dengan jumlah 331 Tweets, diikuti oleh Bhinneka dengan 161 Tweets dan Bukalapak dengan 158 Tweets.

Di sisi lain, Lazada memimpin dengan jumlah interaksi dan rata-rata interaksi terbanyak, 6,966 Retweet, 4,446 Favorite, 75 Average Retweet dan 48 Average Favorite.

Top Post Made Twitter E-Commerce bulan Januari ini adalah Tweet dari Tokopedia dengan jumlah 1,512 Engagement (Januari 2018). Konten ini berupa video dengan tipe edukasi dan merupakan bagian dari Campaign #MulaiAjaDulu.

E-COMMERCE BRAND COMMUNITY: FACEBOOK

Selain Twitter, ternyata Facebook pun masih sangat dioptimalkan oleh para pegiat E-Commerce pada bulan Januari 2018 ini. Untuk media sosial Facebook, Lazada menjadi E-Commerce yang memiliki pengikut terbanyak dengan jumlah 21,641,121 Fans, diikuti oleh OLX dengan 8,008,495 Fans dan Zalora 6,990,087 Fans.

Akan tetapi, pada bulan Januari kemarin, Audience Growth dari Shopee memiliki nilai paling tinggi di media sosial Facebook, dengan angka 12.54%, diikuti oleh Tokopedia dengan 9.28% dan JD.ID 8.50%.

Selain memiliki jumlah pengikut yang tinggi, ternyata Lazada pun sangat aktif dalam membagikan konten di media sosial Facebook dengan jumlah 273 Post Made. Bukan hanya aktif, konten yang dibuat oleh Lazada ini pun ternyata memiliki angka jumlah Engagement yang lebih tinggi dibandingkan yang lainnya, yaitu 6,753 Like dan 4,765 Share. Selain Lazada, E-Commerce lainnya yang juga aktif dalam membuat konten di Facebook adalah Blibli dengan 186 Post Made, dan Tokopedia dan juga SaleStock yang memiliki jumlah Post Made yang sama, yaitu 153.

Top Post Made E-Commerce di media sosial Facebook adalah konten yang dibuat oleh Lazada. Konten berisikan aktivasi #LazadaID dengan menebak warna Handphone Infinix Zero5. Konten ini bersifat promosi dan berhasil mendapatkan 681 Engagement.

 

E-COMMERCE BRAND COMMUNITY: INSTAGRAM

Lain hal dengan Twitter dan Facebook, penggunaan media sosial Instagram lebih berfokus pada pesan di dalam gambar dibandingkan dengan pesan yang disampaikan melalui tulisan. E-Commerce sendiri sangat aktif dalam membagikan konten melalui Instagram, baik itu konten yang ersifat promo, marketing atau bahkan hanya hiburan semata.

Shopee menjadi E-Commerce yang memiliki jumlah pengikut paling banyak dengan 601,518 pengikut, diikuti oleh Lazada dengan 517,499 pengikut dan SaleStock dengan 450,220 pengikut.

Akan tetapi, pertumbuhan pengikut atau Audience Growth yang paling tinggi ada pada Tokopedia dengan 7.92%, diikuti oleh JD.ID dengan 7.59% dan Lazada dengan 6.97%.

Berbicara tentang performa media sosial Instagram E-Commerce bulan Januari kemarin, Lazada adalah E-Commerce yang paling efektif dibandingkan yang lainnya. Lazada menjadi E-Commerce yang paling aktif dalam membuat Post dengan 129 Post Made, dan memiliki jumlah Like (270,380) dan rata-rata Like tertinggi (2,096).

Untuk Top Post Made Instagram di bulan Januari datang dari Tokopedia dengan 13,364 (Januari 2018) Engagement. Post Made tersebut berisikan ucapan tahun baru 2018.

E-COMMERCE BRAND COMMUNITY: YOUTUBE

Berbeda pula dengan jenis media sosial lainnya, YouTube lebih berfokus pada pesan di dalam sebuah video. Perusahaan-perusahaan E-Commerce di Indonesia cukup aktif dalam berkreasi membuat video di media sosial YouTube mereka. Bukan hanya digunakan untuk tujuan marketing, penggunaan media sosial YouTube ini pun sering digunakan untuk memperkenalkan kondisi internal dari sebuah brand.

JD.ID menjadi E-Commerce yang memiliki jumlah pengikut terbanyak saat ini. Terhitung pada bulan Januari kemarin, JD.ID memiliki 293,048 pengikut, diikuti oleh Bukalapak dengan 131,300 pengikut dan Lazada dengan 108,292 pengikut.

Akan tetapi, apabila berbicara tentang hal lain selain jumlah Audience, Bukalapak menjadi E-Commerce yang paling efektif dalam menggunakan YouTube. Bukalapak sendiri menjadi E-Commerce yang paling aktif membuat konten di YouTube dengan 29 Post Made, diikuti oleh Lazada dengan 10 Post Made dan Tokopedia dengan 8 Post Made.

Selain menjadi E-Commerce yang paling aktif di media sosial YouTube, Bukalapak pun berhasil membuat komunitasnya semakin besar di bulan Januari kemarin. Audience Growth dari Bukalapak adalah 13.36% , diikuti oleh SaleStock dengan 11.79% dan Shopee dengan 9.71%.

Bukalapak sendiri mendapatkan jumlah Like dan rata-rata Like tertinggi yaitu 2,962 Total Like dan 102 Average Like.

Top Post Made YouTube pada bulan Januari tentu saja datang dari Bukalapak. Post Made tersebut bersifat hiburan yang berisikan video acara Bukalapak, yaitu BukaMusik dengan Andra & The Backbone sebagai bintang tamu. Post Made ini berhasil mendapatkan 544 Engagement terhitung sampai akhir Januari 2018.

Pada akhirnya, dalam membangun Brand Community di media sosial, jumlah Audience saja tidak bisa menjadi faktor kesuksesan sebuah Brand dalam membangun komunitas. Parameter lainnya yang harus diperhatikan adalah perihal konten. Dalam hal ini, pembuatan konten harus bisa membangun nilai Engagement yang tinggi, sehingga komunitas yang sudah dibuat bisa terus berkembang.

Setelah mengetahui konten apa yang ingin didistribusikan melalui media sosial, perhitungan Audience Growth pun perlu diperhatikan. Parameter keberhasilan dalam membangun Brand Community di media sosial adalah keefektifan konten yang dibuat sehingga bisa membuat pembaca menjadi pengikut setia dari media sosial tersebut.

Dengan sudah kuatnya Brand Community sebuah perusahaan, hal ini bisa lebih memudahkan dalam mendistribusikan sebuah informasi dalam konten di media sosial. Informasi yang disampaikan akan lebih mudah untuk tersebar dan tentu saja hal ini bisa bermanfaat dalam menambah jumlah konsumen dari produk yang ditawarkan.

Selain menganalisis perihal Brand Community di industri E-Commerce, kami pun melakukan analisis lebih dalam perihal bagaimana Campaign yang dibuat di media sosial bisa berhasil dan meningkatkan ROI dari E-Commerce tersebut. Bagi teman-teman yang ingin tahu lebih jauh perihal hasil analisis NoLimit terhadap E-Commerce di bulan Januari 2018 ini, teman-teman bisa ikuti tautan di bawah ini. Teman-teman bisa mendapatkan laporan dan hasil analisis tersebut secara gratis, dan tentu saja harapan kami hasil analisis tersebut bisa bermanfaat bagi teman-teman.