Bisnis ritel adalah bisnis yang dalam perkembangannya menghadapi banyak tantangan seiring dengan berkembangnya teknologi digital di Indonesia. Dari kekompleksan proses, karakteristik konsumen, juga kompetisi yang tinggi; membuat bisnis ritel perlu memiliki pusat riset yang kuat. Disinilah mengapa social media monitoring Indonesia memiliki peran untuk bisnis ritel di negeri ini.

Baca juga: 5 Fungsi Media Monitoring dari Bisnis hingga Politik

Faktanya, banyak tantangan baru yang dihadapi bisnis ritel di era perkembangan teknologi ini. Seperti meningkatnya pembelajaan online dibanding secara langsung, meningkatnya keinginan konsumen (karena berkembangnya produk yang semakin bervariasi di online shop), kompetisi harga (karena perkembangan toko online yang menawarkan harga miring), hingga regulasi.

Hal ini bukan berarti bisnis ritel punah, tetapi memang pemainnya dituntut untuk terus mencari cara agar tantangan-tantangan tersebut tak mematikan mereka.

Social Media Monitoring sebagai Alat Riset Kompetitor

Studi dari 99firms menyatakan, 95% pembelian kini diproyeksi akan berasal dari e-commerce.

Munculnya toko online dan pergeseran besar gaya pembelian konsumen dari offline ke online, memang ancaman besar bagi pemain ritel.

Tapi ini kabar baik yang social media monitoring bisa ingatkan untuk Anda: bahwa Anda adalah salah satu dari pemain ritel.

Pemain ritel yang lain, yang tak lain adalah kompetitor Anda, dalam hal ini menghadapi tantangan yang sama.

Lalu apa? Apakah mungkin untuk saya menggali strategi kompetitor saya?

Dengan social media monitoring, jawabannya, ya, Anda bisa.

Social media monitoring menawarkan fitur dan alat yang bisa memfasilitasi Anda untuk melihat berbagai macam isu, bahasan, yang berbentuk persepsi positif hingga negatif di media sosial. Hal ini juga termasuk dengan pembicaraan terkait kompetitor:

  • Pembicaraan positif dari konsumen tentang kompetitor
  • Pembicaraan negatif dari konsumen tentang kompetitor
  • Strategi marketing yang dilakukan kompetitor
  • Konten media sosial seperti apa yang kompetitor berikan dan bagaimana persepsi konsumen atas hal tersebut
  • Pembicaraan yang dilakukan media berita online pada kompetitor

Mengingat tingginya kompetisi yang ada di industri ritel, berinvestasi untuk social media monitoring tools tentunya sangat sesuai untuk kemudahan bisnis Anda.

Riset Strategi E-commerce dan Pemasaran Online

Selain riset kompetitor, Anda juga dapat mulai mengintegrasikan dua cara berbisnis, yaitu bisnis ritel Anda secara offline dan juga online. Tidak bisa dipungkiri, ancaman platform online (e-commerce) lah yang kini menjadi tantangan besar bagi pelaku bisnis ritel.

Banyak bisnis ritel kebingungan, mengapa semua konsumen saya memilih berbelanja online? Tidak hanya barang sekunder saja, tapi hingga barang-barang primer, hingga barang mewah (elektronik dan peralatan rumah tangga). Kebingungan-kebingungan itu kadang dibiarkan dan menjadi bencana bagi beberapa perusahaan ritel di Indonesia yang kini tak bisa bertahan dan terpaksa menutup bisnisnya.

Media sosial dan internet memang butuh keahlian khusus untuk dipahami, dipelajari, dan diaplikasikan. Namun, bukan hal yang tak mungkin dengan social media monitoring untuk bisa mempelajari industri, kompetitor, dan perkembangan karakteristik konsumen.

Dalam praktek social media monitoring, Anda akan diberikan satu tools berbasis aplikasi yang menyediakan alat analisis atas objek-objek di media sosial dan online news platform. Objek-objek tersebut berupa hashtag, keyword, account (twitter, facebok, youtube, hingga instagram), komentar, reply tweet, dan lain-lain. Objek-objek inilah yang akan membawa Anda menganalisis kegiatan audience, persepsi audience akan suatu brand.

Anda dapat menelaah strategi apa yang dilakukan e-commerce sehingga kini menjadi besar, apa yang disukai konsumen atas pembeliannya yang dilakukan di e-commerce, dan jawaban-jawaban ini bisa berfungsi untuk banyak hal, seperti:

  • Berinvestasi membangun platform berbasis web (e-commerce) dengan brand Anda sendiri
  • Memilih rekanan e-commerce untuk bekerjasama memasarkan produk Anda secara online yang bisa dinilai dari performa onlinenya
  • Mempelajari karakteristik dan preferensi konsumen

Ciptakan Product Development dengan Social Media Monitoring Indonesia

Dalam bisnis ritel, karakteristik konsumen yang beragam memang menjadi fokus yang perlu dihadapi. Dari sebuah riset yang bersumber dari mention.com, 4 dari 5 konsumen menyatakan mereka lebih suka menggunakan promosi dari toko ritel jika produk yang mereka beli sesuai dengan pembelian sebelumnya.

Apa maksudnya?

Contohnya, jika Anda membuka Amazon, Anda akan mendapatkan rekomendasi buku-buku bergenre sama dengan yang sebelumnya Anda baca.

In kekuatan yang dimiliki e-commerce.

E-commerce biasa memberikan rekomendasi sesuai pembelanjaan sebelumnya. Hal ini berarti konsumen ingin Anda memperhatikan kebutuhan mereka masing-masing, sebisa mungkin. Konsumen akan otomatis loyal saat mereka merasa diperhatikan.

Bagaimana caranya?

Social media monitoring akan membantu Anda untuk lebih mengenal konsumen Anda, secara luas dan detail. Dari hasil analisis social media monitoring, Anda akan membangun strategi yang dapat Anda gunakan dari hal tersederhana: meningkatkan kualitas produk dari produk yang memiliki persepsi negatif, menciptakan produk yang banyak dibutuhkan, hingga mencari tahu cara terbaik untuk memperhatikan konsumen Anda.

Apakah dengan memberikan promo pada produk yang sering mereka butuhkan di media sosial, menawarkan member berdasar keluhan mereka di media sosial, dan lain-lain. Banyak kreatifitas dan penciptaan produk yang terjadi dari analisis yang Anda lakukan dengan social media monitoring.

Perhatikan Munculnya Ulasan Buruk!


“Ultimately, the quality of your products and services define what people say about you. Instead of spending enormous sums of money to tell people how great you are, how about investing more in what you do and let people speak for you?”

Patricia W. Customer Success Team, Mention

Media sosial dipakai hampir lebih dari 6 jam sehari oleh semua orang di dunia. Bahkan hal ini dilakukan oleh Anda sendiri, bukan? Apakah Anda harus heran jika konsumen Anda pun melakukan hal yang sama?

Semua orang memiliki opini, dan media sosial kini menjadi tempat dimana orang bisa menyatakan opininya. Opini-opinilah yang kini dapat membantu pembisnis mengetahui opini atas brand mereka, tak terkecuali oleh Anda, pemain bisnis ritel.

Kompetisi yang tinggi, begitu pula di Indonesia, membuat bisnis ritel perlu sangat memperhatikan review atas brand mereka. Tentunya Anda tak ingin bukan satu kicauan di Twitter dari satu konsumen yang tak puas dapat memindahkan konsumen Anda ke kompetitor lain?

Lalu kenapa saya harus tahu? Bukankah satu kicauan tak terlalu signifikan dibanding aduan yang masuk ke punya pusat customer service?

Sayangnya, di era digital, perusahaan tidak bisa menolak fakta bahwa satu kicauan di Twitter tidak signifikan.

Dengan satu hingga ratusan percakapan yang bisa terjadi di media sosial, social media monitoring dapat menjadi pencegahan prefentif Anda bahkan sebelum keluhan masuk ke pusat customer service Anda. Dan, hal ini terbukti efektif untuk mencegah kabar palsu dan beralihnya konsumen Anda ke brand kompetitor.

Dengar dan Hadir

90% konsumen akan merekomendasi brand Anda saat brand Anda berinteraksi di media sosial.

Berinteraksilah.

Interaksi seperti apa?

Analisalah interaksi yang dilakukan kompetitor di media sosial. Analisalah interaksi yang dilakukan platform online (e-commerce) besar di media sosial. Analisalah brand lain yang mungkin berada di luar industri Anda, namun banyak dibicarakan orang dan disukai konsumen. Pelajarilah dengan segera mencari social media monitoring Indonesia yang tepat dan raih kembali konsumen Anda. Bisnis ritel Anda bukan hanya akan bertahan saja, namun juga akan berkembang!

Baca juga: Simak Bagaimana E-commerce Membangun Brand Community di Media Sosial