Youtube adalah platform, yang berfokus kepada konten video. Walau pada akhirnya Youtube memperkenalkan YouTube Music. Namun, brand awarness Youtube tetap tempat menemukan video dengan berbagai macam kategori. Fitur “search” sebagai cara Youtube membebaskan kita melihat apapun yang kita ingin lihat, mengubah cara baru dalam mencari informasi. Selain menonton, juga dapat mengupload secara gratis, memberi like, dan meninggalkan komentar. Fitur lainnya selayaknya media sosial yang menghubungkan banyak orang, tak terkecuali. Dimana akhirnya minat terhadap video semakin tinggi, ditambah dengan kecepatan intenet yang semakin cepat diakses. Data Maret 2019, Youtube adalah media sosial urutan pertama. Dimana diakses 88 persen dari total semua pengguna media sosial.

Namun, bukan berarti apa yang dilihat menjadi hal yang disukai. Sebuah informasi, tergantung bagaimana pandangan seseorang yang melihatnya. Namun, fenomena melihat, mengomentari bahkan menyebar hal yang tidak disukai menjadi ironi tersendiri. Niat membandingkan informasi di platform atau media lain yang rendah, membuat ujaran kebencian atau hoax ada. Berikut ini, kami sebutkan tiga hal yang sebaiknya kamu lakukan untuk menyikapi konten video youtube yang tidak kamu minati.

Fokus dengan konten yang kamu sukai

Kebebasan kita dalam mencari informasi harus terfilter oleh diri sendiri, dimana terkadang hal yang kita tidak sukai malah membuat kita penasaran melihatnya. Atau bisa juga karena faktor lain, seperti sedang viral atau thumbnail menarik yang semakin membuat penasaran. Namun semua itu dapat membuatmu semakin tidak menyukai konten yang kamu lihat, namun memberikan hal baik kepada yang membuat video. Seperti dengan adanya kamu, views video mereka bertambah. Namun tak salah jika pada akhirnya kamu fokus terhadap hal baik yang diambil.

Fokus dengan konten yang disukai disini adalah dengan mencari hal yang memang kamu geluti. Hiburan di Youtube bukan hanya sekedar hiburan, namun pula dapat diambil informasi yang bermanfaat. Seperti kategori tutorial atau sejenisnya. Sehingga membuat pikirin kamu terbuka dan positif.

Jangan Hanya Menjadi Penonton

Kedengarannya tidak aneh, karena beberapa anak kecil menganggap para youtubers dan hal enak yang melekatnya sebagai sebuah tujuan.

Siswa SD yang ditanya Presiden RI tentang cita-citanya

Jika melihat industri nya, tak dipungkiri banyaknya kreator atau youtubers yang membuat konten khas nan menghibur. Disamping itu, mereka mendapatkan uang dari iklan yang ada di video mereka. Terlihat mudah, dan berpenghasilan besar. Inilah yang membuat semua ingin mencobanya.

Namun, jangan hanya menjadi penonton disini dimaksudkan agar mengerti bagaimana menjadi youtubers. Sehingga kedepannya diharapkan kita tahu keluh kesah mereka, tidak hanya dari hal yang terlihatnya senang saja. Sampai akhirnya rasa menghargai akan lebih bermakna. Jika ini terjadi, konten Youtube akan beragam juga apa salahnya berkarya!

Jadikan Orang Lain Sebuah Contoh

Mirip dengan poin pertama, hanya saja lebih ditekankan disini. Dimana dengan fokus kepada konten yang kamu suka, membuat kamu melihat youtubers yang menarik bagi kamu. Coba berpikir dengan pandangan yang lain, apakah kamu tidak ingin seperti mereka? Poin ini mengabungkan dua poin sebelumnya. Bagaimana dengan konten yang kamu suka berarti kamu memiliki ketertarikan dan informasi yang dapat kamu sampaikan balik kepada semua orang. Dan itu berguna bagi orang lain. Tapi bukan berarti mengikuti orang lain secara percis! Cari ciri khasmu sendiri.

Kesimpulannya adalah untuk menyikapi konten yang tidak kita sukai, adalah dengan membuka pikiran luas. Dimana coba rasakan apa yang orang lain rasakan. Dimana ini adalah youtubers. Terlebih Youtube itu gratis, sehingga coba manfaatkan dengan sebijak mungkin ya.

Baca juga: Siapa Itu Content Creator?

Ahmad Nuari Ramadhan
Content Writer at | Website

Rama writes implicity or explicity. Engaged in media and technology. When writing, he tries to feel what other people feel.