Perencanaan biaya dalam kegiatan perusahaan adalah salah satu kegiatan yang sering menjadi perbincangan bagi para pelaku bisnis, termasuk juga biaya digital marketing. Perkembangan kegiatan marketing dalam perusahaan yang bergeser ke arah digital menjadi perhatian baru bagi para pemasar bisnis. Praktek barunya yang memiliki beberapa perbedaan dengan kegiatan marketing tradisional sering mengundang pelakunya mengajukan banyak pertanyaan, termasuk dalam biayanya.

Apakah digital marketing lebih murah dibanding marketing tradisional?

Digital marketing mana yang memberikan keuntungan tertinggi?

Bagaimana saya memastikan bahwa hasil yang saya dapat tidak lebih besar dari budget yang saya keluarkan?

Ya, jika dulu Anda tinggal membayar rate iklan di radio dan membandingkannya dengan harga dari jumlah konsumen yang menelfon, mungkin Anda akan menemukan sedikit perbedaan dari digital marketing.

Namun, sebenarnya tidak sesulit itu dalam mengatur dan memahami biaya digital marketing Anda. Berikut adalah tips-tips yang bisa Anda gunakan saat Anda melakukan perencanaan biaya digital marketing versi NoLimit.

Pastikan perusahaan Anda membutuhkan Digital Marketing

Hal yang kadang pelaku bisnis salah lakukan: terlalu ketakutan pada kompetisi, sampai lupa jati diri. Terkadang, para pelaku bisnis ketakutan karena nampaknya, media sosial kini sedang didewakan oleh hampir oleh semua industri. Namun, tenang. Tidak semua jenis bisnis membutuhkan media sosial, dan kalaupun diperlukan, ada yang memerlukannya hanya sebagai pelengkap, bukan hal inti.

Kenapa Anda harus memastikan ini? Hal ini tentu berpengaruh kepada rencana biaya digital marketing Anda. Hal ini biasanya terjadi dalam bisnis B2B. Bagaimana kalau ternyata, 90% konsumen Anda sebenarnya tidak berada di media sosial?

Pastikan hal ini dengan melakukan riset kecil dari sebuah kuesioner, dengan mengambil sampel apakah memang lebih dari 80% ex-pasar dan klien yang sudah Anda miliki sekarang benar-benar berada dan mencari tahu informasi tentang perusahaan Anda di media sosial. Hal ini dapat memberi gambaran Anda tentang seberapa besar biaya digital marketing yang bisa Anda rencanakan.

Kenali Produk dan Sifat Platform Media Sosial

Hal kedua yang harus Anda pastikan untuk pahami sebelum mengelola biaya digital marketing Anda, adalah menyelaraskan fungsi platform media sosial yang Anda dengan produk Anda.

Contoh, produk Anda adalah sabun mandi pencerah kulit dengan harga menengah keatas. Silakan jawab pertanyaan ini dalam benak Anda: Bagaimana karakteristik pembeli Anda? Berapa range umurnya? Berapa penghasilannya? Apa pekerjaannya? Mengapa mereka akan membeli sabun Anda? Hal apa yang membuat mereka tertarik untuk membeli sabun Anda?

Jawaban-jawaban diatas akan membantu Anda dalam menentukan media sosial yang tepat juga. Sabun mandi yang memiliki ekstrak pencerah biasanya dibutuhkan oleh:

  • Wanita
  • Range umur 19-28 tahun
  • Harga menengah keatas membuat segmen yang bekerja diutamakan

Detail tersebut akan membantu Anda memilih media sosial yang paling tepat. Jika dari karakteristik tersebut, maka Instagram adalah tempat yang efektif bagi kegiatan digital marketing Anda.

Twitter atau Linkedin tidak akan terlalu efektif dan jika Anda menjadikan dua media sosial tersebut masuk ke dalam budget Anda: Anda akan merugi.

Baca Selengkapnya: Mau Digital Marketing yang Efektif? Ini Cara Manfaatkan Media Sosial Sesuai Fungsinya

Tanya Hal Ini Saat Merencakan Biaya Digital Marketing Anda: Organik, atau Non Organik?

Dua istilah penting lagi yang harus Anda pahami untuk perencanaan biaya digital marketing Anda: mengetahui jenis iklan organik dan non organik.

Iklan organik adalah iklan yang Anda dapat dari aktivitas konsisten digital marketing Anda. Contohnya, aktivasi dari tiap post Instagram, konsistensi keyword via artikel blog, dan lain-lain. Sementara iklan non-organik adalah iklan di media digital yang bisa Anda dapatkan dari pembayaran otomatis via platform yang menawarkan layanan iklan berbayar, seperti Google, Instagram, Facebook, hingga Youtube.

Keduanya memiliki budget yang berbeda, dan hasil yang berbeda. Iklan organik akan cenderung lebih murah dibanding iklan non-organik, namun prosesnya membutuhkan waktu dan konsistensi tinggi. Sementara iklan organik cenderung menghasilkan hasil lebih cepat, namun memiliki harga tinggi.

Organik-Non Organik vs. Tujuan

Pada dasarnya, persoalan mengenai harga, sebenarnya adalah relatif. Perusahaan selalu mementingkan keefektifan dari setiap pilihan. Maka itu, saat menentukan kepada jenis iklan apa biaya digital marketing Anda akan dialokasikan –organik atau non organik, Anda kembalikan pada tujuan Anda.

Apakah Anda membutuhkan konversi dalam waktu cepat karena penjualan Anda sedang turun?

Ataukah Anda hanya ingin meningkatkan branding untuk mengelola loyalitas, dan memperluas pasar Anda?

Jika butuh cepat, iklan non organik akan menjadi efektif untuk Anda. Jika pernyataan yang kedua lebih tepat untuk Anda, maka iklan organik lah yang lebih tepat.

Break Down Hal Dibalik Konten: Biaya Modal Fix

Saat menentukan konten yang cocok untuk digunakan di perencanaan digital marketing Anda, para pemasar bisnis sering lupa terhadap hal di balik konten:

  • Design dan Grafis / Videografi
  • Sumberdaya (Designer/Videografer)
  • Copywriting
  • Biaya evaluasi (Free tools/berbayar dengan media monitoring)

Hal-hal ini harus Anda perhitungkan saat merencanakan biaya digital marketing. Dengan menghitung total biaya perbulan dari biaya fix tersebut, Anda bisa dapat mendapat gambaran budget yang Anda harus keluarkan tiap bulannya dan budget tambahan apa saja yang memang Anda perlukan atau tidak perlukan.

Contoh, karena Anda sudah terlanjur memiliki biaya modal fix yang tinggi, Anda memutuskan untuk menggunakan iklan organik via blogpost, dibanding dengan membayar lagi untuk iklan non-organik.

Itu dia 5 tips dasar dalam mengelola biaya digital marketing Anda. Mudah bukan?

Baca artikel lainnya terkait digital marketing disini.

About the author

Alika Mahroza Alya
SEO Content Writer & Marketing Associate at | alika.mahroza@nolimit.id | Website