“Streaming podcast kita untuk info lebih lanjut!”

Apa sering Anda mendengar kalimat diatas?

Jika Anda adalah salah satu orang yang tak terlalu awam dengan istilah-istilah di media sosial, pasti kata “Podcast” akan sedikit membangkitkan pertanyaan di otak Anda.

“Jika dulu ada radio, sekarang ada podcast” ya, kalimat tersebut mungkin dapat memberikan Anda gambaran tentang apa itu podcast. Podcast adalah rekaman audio yang dapat didengarkan oleh mayarakat di media sosial.

Podcast sudah ada sejak tahun 2005, diciptakan oleh Apple yang baru merilis Ipod dan Iphone kala itu. Anda bisa mengaksesnya di berbagai macam media, seperti Itunes, Anchor, hingga Spotify.

Lalu apa fungsi Podcast untuk bisnis?

Ya, suatu hal bisa jadi menarik apabila bisa mendatangkan keuntungan bagi bisnis kita. Faktanya, segala hal yang membawa massa, seperti media sosial, dapat menguntungkan apabila kita pandai dalam mengelolanya.

Media sosial dengan kekayaan audiencenya membuat para pembisnis dapat menjadikannya ladang uang dengan berbagai kegiatan branding yang dilakukan. Podcast, sebagai salah satu platform media terbaru yang hadir di internet, juga ternyata memiliki kelebihan yang dapat membantu bisnis Anda, terutama dalam branding.

Meski baru populer 2 tahun kebelakang ini, Podcast memiliki beberapa keuntungan selain media sosial yang sudah ada. Hal ini telah diungkapkan oleh penelitian dari Nic Newman dalam hasil studinya: Journalism Media and Technology Trends and Predictions 2018, yang mengatakan peningkatan media dengan format audio akan meningkat sepanjang tahun 2018.

Tahun 2019, tren ini semakin meruak di Indonesia. Banyak podcasters (sebutan untuk mereka yang membuat podcast) di Indonesia yang namanya sudah dikenal, seperti: Mad About Life, Sudut Panjang, Muda Cuma Sekali hingga Subjective.

Perusahaan dan Podcast

Ternyata dalam setahun ini, sudah banyak perusahaan terjun ke dalam podcast dan memanfaatkannya. Sephora, hadir dengan kampanye #LIPSTORIES melalui multichannel, termasuk podcast. Sephora mendapatkan 5 bintang dari itunes atas kampanye ini dan mendapat sambutan hangat.

Selain Sephora, ternyata Mcdonalds juga hadir memanfaatkan tren podcast dengan tajuk “The Sauce” hingga Johnson & Johnson dengan tajuk “Innovation”.

Kenapa? Apakah manfaatnya untuk branding sebesar itu?

Menurut Alasdair Stuart, dalam wawancaranya dengan Simon Owens dari medium.com, podcast mulai menarik untuk konsumen karena konsumen mulai bosan dengan cara-cara perusahaan untuk berkomunikasi. Media ini memiliki suatu yang unik; dengan rekaman suara, cerita dan pesan dibaliknya, dan perpaduan musik yang nyaman didengar dimana saja, dan menjadi media yang unik dan menarik di era sekarang.

Smartinsight.com, juga menyatakan bahwa podcast lebih meningkatkan engangement daripada artikel. Hal ini didukung penelitian dari Interactive Advertising Bureau’s (IAB) tentang kampanye pertama yang dilakukan Kia di Spotify.

Hasil dari kampanye tersebut menghasilkan 10,5 juta impressions dan meningkatkan 30% brand awareness, 100% brand perception, dan 700% brand considerations.

Riset lainnya juga menyatakan bahwa 70% dari pendengar bisa menyebutkan secara spesifik tentang fitur produk dan promosi yang dijelaskan. 61% nya mengklaim bahwa mereka telah membeli produk atau servis yang mereka temukan via media ini.

Menumbuhkan kepercayaan atas brand

Jika di media sosial audience hanya disajikan foto, cuitan, artikel, atau video yang kadang dinilai sebagai hasil shooting belaka, rekaman podcast menghadirkan percakapan personal yang terbentuk dalam benak audience, atau biasa disebut “theater of the mind”.

Dengan suara yang dibentuk mewakili brand ini, audience akan lebih tersimultan untuk mempercayai brand kita. Apalagi, jika Anda dapat menumbuhkan nada suara yang personal dan conversational, dan dengan nada suara yang menggambarkan persona brand Anda.

Menghasilkan konversi yang cepat

Dalam media suara ini, Anda hanya memiliki waktu singkat: 30 detik. Hal ini memiliki sisi positif dan negatif, namun Anda dapat merubah sisi negatifnya jika Anda dapat menyusun skrip cerita dengan baik. Positifnya, Anda dapat menyampaikan pesan yang jelas, to-the-point, yang mengarahkan audience untuk menghasilkan konversi.

Hal ini mungkin dan sudah terbukti. IAB juga menyatakan bahwa 45% dari pendengar akan mengunjungi website, 42% memikirkan akan mencoba produk baru, dan 37% nya langsung mencari informasi terkait tentang produk tersebut.

Menarik audience baru

Hal terakhir adalah, media ini memiliki sifat Evergreen: hal yang akan selalu dicari di kolom penelitian di Google tanpa batas waktu tertentu. Kemampuan ini didukung dengan penelitian yang menyebutkan bahwa pendengar audio message di internet semakin tinggi setiap tahunnya.

Wah, menarik bukan? Ayo coba podcast jadi strategi social media marketing Anda dan tuai manfaatnya.

About the author

Alika Mahroza Alya
SEO Content Writer & Marketing Associate at | alika.mahroza@nolimit.id | Website