Dari banyak aktivitas digital marketing yang bisa dilakukan, campaign merupakan salah satu cara yang sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan.

Campaign merupakan salah satu opsi digital marketing yang kerap kali dilakukan perusahaan-perusahaan besar. Terutama untuk perusahaan yang membutuhkan branding yang kuat untuk menyaingi kompetitornya. Campaign biasanya dilakukan dalam jangka waktu tertentu, dengan tujuan tertentu, dan melalui media-media tertentu.

Campaign yang baik akan menghasilkan banyak manfaat, yang disesuaikan dengan tujuan si pembuat campaign. Tujuan dari campaign sendiri biasanya dikaitkan dengan Marketing Funnel. Tiap tujuan pasti akan menghasilkan rencana kerja campaign yang berbeda juga.

3 Cara Memonitor Marketing Campaign Anda
Marketing Funnel: AIDA (Awareness-Interest-Desire-Action)

Pada prakteknya, wajar apabila praktisi digital marketing perusahaan kesulitan dalam melaksanakan campaign mereka. Masalah yang sering dihadapi dalam campaign mereka biasanya adalah tentang monitoring. Menyelaraskan tujuan dengan proses serta proses dengan hasil tidak semudah itu. Apalagi dalam sebuah campaign, mereka harus melakukan kontrol secara harian, mingguan, hingga pada akhirnya evaluasi bulanan.

Dalam waktu terjadinya campaign, banyak pula faktor yang dapat memengaruhi keberhasilannya. Praktisi digital marketing perlu memperhatikan hal hal ini: bagaimana cara memastikan target pasar terkoneksi, apakah budget yang ditetapkan sesuai, hingga praktik-praktik tidak terduga dari kompetitor.

Hal ini memberikan tingkat stress yang cukup tinggi, karena adanya target ROI (Return of Investment) yang perlu dipertanggungjawabkan di akhir periode. Jika praktisi digital marketing tidak memiliki cara yang tepat untuk memonitor serangkaian proses selama waktu yang ditentukan, akan sulit baginya melakukan evaluasi secara berkala.

Maka dari itu, keahlian memonitor campaign sangat diperlukan untuk membantu Anda memproyeksi masalah yang bisa ditanggulangi dan memastikan hasil yang sesuai didapatkan. Berikut telah kami rangkum, beberapa fokus penting yang Anda harus lakukan untuk memonitor marketing campaign Anda:

1. Menentukan Metriks Pengukuran Dari Tujuan Campaign

Setiap kegiatan pasti berasal dari tujuan. Bahkan saat keluar dari rumah, kita perlu mengetahui tujuan kemana kita pergi. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, tujuan dari campaign sendiri bisa bermacam-macam. Apakah itu Awareness, Interest, Desire, atau Action. Hal itu ditentukan sesuai kebutuhan. Bahkan ada beberapa yang menggunakan versi  lain yaitu Awareness, Interest, dan Conversion saja.

Awareness

Awareness adalah tahap dimana konsumen mengetahui produk kita. Mereka dapat menjelaskan produk kita, namun tidak ada aksi lebih lanjut. Metriks media online yang dapat kita lihat dari awareness ada beberapa macam: yaitu impressions, traffic, reach, followers, links, serta brand mentions.

Interest dan/atau Desire

Interest dan/atau Desire adalah tahap dimana konsumen sudah mulai memikirkan, menanyakan, dan menjadikan produk  kita opsi pilihan. Sementara Desire adalah tindak lanjut yang lebih jauh dari Interest, yaitu sudah menanyakan kalimat tanya yang berakhir pada pembelian.

Interest dan Desire umumnya bisa disatukan dalam praktek digital marketing karena hampir serupa metriksnya.

Interest dan/atau Desire bisa dihitung dengan beberapa metriks, yaitu Engangement (retweets, likes, participants), Download, Lead, Contact, Social Interactions (Comment, Sharing), dan lain-lain.

Action/Conversion

Action/Conversion adalah tahap dimana konsumen sudah melakukan pembelian. Metriksnya terdiri dari payment, subscription, registration, dan lain-lain.

Metriks-metriks tersebut dapat dipecah kembali sesuai fokus tujuan perusahaan. Jika memang tujuannya adalah traffic saja, atau download saja, maka pilihlah hal tersebut sebagai metriks.

Proses ini dapat mengingatkan Anda kembali dalam menentukan ukuran apa yang harus Anda perhatikan.

2. Mencari Tools Untuk Mengukur Metriks

Setelah Anda menentukan metriks apa yang Anda harus perhatikan, carilah tools yang bisa membantu Anda menghitung metriks ini. Tools yang bisa membantu Anda menghitung metriks tersebut biasa disebut Social Media Analytics Tools, yang telah banyak ditawarkan secara gratis maupun berbayar baik oleh perusahaan lokal maupun nonlokal.

Mengapa Anda membutuhkan Social Media Analytics Tools? Hal ini dikarenakan segala aktivitas media sosial akan bergerak secara real-time, dan untuk memonitor metriks yang Anda hitung selama campaign Anda berlangsung, Anda juga memerlukan kemampuan monitor secara real-time.

Melakukan ini secara manual tentunya tidak disarankan untuk memonitor campaign, dimana campaign adalah kegiatan marketing online yang bersifat masif.

Anda dapat segera merencanakan mana yang terbaik untuk membantu Anda. Jika Anda tidak yakin, segera tanyakan referensi anda atau segera lakukan pencarian online. Untuk di Indonesia sendiri, banyak perusahaan lokal yang menawarkan Social Media Analytics Tools ini salah satunya NoLimit Indonesia.

3. Lakukan Report

Setelah Anda tau bagaimana mengukur metriks Anda, lakukan reporting untuk membantu Anda menganalisis arti pengukuran tersebut. Sebuah report dapat Anda lakukan secara harian, mingguan, bahkan bulanan. Yang penting, Anda harus memastikan Anda akan melakukan report tersebut secara berkala.

Report dapat disajikan berdasar komparasi antara angka metriks yang Anda dapatkan dibandingkan dengan yang Anda harapkan. Jika metriks Anda berkaitan dengan kompetitor, jangan lupa lakukan komparasi antara angka metriks Anda dengan angka metriks kompetitor Anda.

Rencanakan waktu report Anda, apakah lebih baik dilakukan harian, mingguan, atau bulanan. Memonitor campaign melalui tiga cara ini adalah aksi prefentif dari kegagalan campaign. Tentunya mendeteksi masalah lebih cepat dapat membuat Anda segera mencari improvisasi untuk melancarkan campaign Anda.

About the author

Alika Mahroza Alya
SEO Content Writer & Marketing Associate at | alika.mahroza@nolimit.id | Website