#BubarkanKPI, begitu tajuknya. Tagar ini beredar di Twitter setelah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menggegerkan masyarakat dengan keputusan barunya beberapa hari lalu.

Keputusan baru dari KPI ini dikemas melalu Surat Teguran Tertulis yang dilayangkan pada tanggal 5 September 2019 dan dikirimkan kepada siaran-siaran televisi yang dianggap melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran. Dan yang mengejutkan masyarakat adalah, beberapa acara televisi yang dianggap tidak bermasalah juga mendapatkan teguran.

Dari Spongebob hingga Gundala

Spongebob Squarepants, acara kartun asal Amerika Serikat yang ditayangkan di GTV, ada didaftar teguran tersebut. Hal ini dianggap aneh mengingat Spongebob Squarepants adalah acara anak kecil yang dikenal tidak bermasalah.

Bukan hanya acara Spongebob yang mendapatkan teguran tertulis dari KPI. Gundala, film garapan Joko Anwar, pun mendapat teguran tertulis ini. Kabarnya, Gundala mendapat teguran tertulis karena ada kata kasar yang diucapkan di salah satu scene promosinya.

Selain Spongebob dan Gundala, daftar acara televisi lainnya yang ditegur KPI yaitu  “Borgol” GTV,  “Ruqyah” Trans 7,  “Rahasia Hidup” ANTV,  “Rumah Uya” Trans 7, “Obsesi” GTV, “Ragam Perkara” TV One, “DJ Sore” Gen FM, “Heits Abis” Trans 7, “Headline News” Metro TV, “Centhini” Trans TV, “Rumpi No Secret” Trans TV, dan  “Fitri” ANTV. 

KPI menyatakan hal tersebut di website resminya, bahwa 14 program siaran tersebut telah melanggar Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (“UU Penyiaran”), berwenang mengawasi pelaksanaan peraturan dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (“P3 dan SPS”) KPI Tahun 2012 serta memberikan sanksi terhadap pelanggaran P3 dan SPS.

Suara Joko Anwar dan Masyarakat lewat #BubarkanKPI

Joko Anwar, selaku sutradara dari Gundala, mengekspresikan kekecewaannya di akun Twitternya atas keputusan KPI ini. Tagar #BubarkanKPI juga Joko tuliskan dalam cuitannya.


Seperti kita ketahui, Spongebob Squarepants adalah acara televisi kartun yang ditujukan untuk anak-anak. Dan bagi sutradara film berumur 43 tahun itu, putusan KPI ini sangat tidak wajar. “Kalau ada lembaga yang anggap tontonan kayak Spongebob melanggar norma kesopanan, lembaga itu nggak layak dipercaya menilai apapun di hidup ini” tulisnya.

Cuitan Joko Anwar ini merupakan tweets terviral atas isu ini, dianalisa dari hasil NoLimit Dashboard. Mayoritas masyarakat menyetujui cuitan Joko, dan turut mengemukakan opini mereka tentang keputusan ini di Twitter. Pada akhirnya, #BubarkanKPI masuk ke daftar trend Twitter tanpa memakan waktu lama pada tanggal 16 September 2019 lalu. Hashtag #BubarkanKPI ini meraup total cuitan sebanyak 3.349 tweets.

Cuitan terviral lainnya hadir dari akun bernama @bangsyarif_. Konten kreatifnya yang menampilkan hasil edit dari scene film Avengers End Game menjadi “Spongebob End Game” ini juga ramai dibicarakan di Twitter.

Sampai hari ini, belum ada berita perkembangan terbaru lagi dari KPI. Berita terakhir menunjukkan bahwa belum ada perubahan kebijakan dari KPI. Pembicaraan tentang #SaveSpongebob pun berlanjut di media sosial, sebagai tanda kesedihan masyarakat jika pada akhirnya Spongebob henti tayang. Sementara itu, Joko Anwar kini telah fokus mempromosikan film barunya.

Untuk Anda yang ingin tetap up-to-date berita terkait Trending Issue yang disertai dengan analisis media lengkap, silakan subscribe NoLimit Knowledge Center disini, ya!: http://blog.nolimit.id/category/social-media/trending-issue/.

About the author

Alika Mahroza Alya
SEO Content Writer & Marketing Associate at | alika.mahroza@nolimit.id | Website