Pernah dengan istilah Media Monitoring? Untuk memudahkan dalam menjelaskan apa itu media monitoring, mari kita pecah menjadi dua kata, ‘media’ dan ‘monitoring’. Media sendiri dibagi menjadi berbagai macam jenis, ada yang dikategorikan sebagai media offline, dan adapula yang dikenal sebagai media online.

Media Offline bisa kita temukan dalam bentuk majalah, Koran ataupun media cetak lainnya. Sedangkan media online, bisa kita terjemahkan sebagai media sosial dan portal berita online.

Monitoring sendiri merupakan sebuah aktivitas pemantauan terhadap suatu hal, di mana pemantauan tersebut biasanya disertakan dengan analisis, hasil pemantauan dan rencana yang akan dilakukan kedepannya.

Apabila kita satukan kedua kata tersebut, maka media monitoring adalah sebuah kegiatan pemantauan dan analisis di mana sumber informasi yang dipantaunya adalah berasal dari berbagai macam media, seperti yang sudah disebutkan di atas.

Serupa dengan pembagian ‘media’, media monitoring pun dibagi menjadi dua jenis, yaitu Offline Media Monitoring dan Online Media Monitoring. Berikut sedikit penjelasan terkait masing-masing Media Monitoring tersebut.

Offline Media Monitoring

Offline Media Monitoring kerap dilakukan untuk mencari isu tentang apa yang sedang ramai dibicarakan saat ini. Selain itu juga, media monitoting kerap dilakukan untuk memantau reputasi dari seorang tokoh atau Public Figure, terkait bagaimana persepsi terhadap dirinya di mata media. Hal ini lah yang biasanya menjadi tanggung jawab dari seorang PR (Public Relation) untuk terus memantau dan mengontrol reputasi klien mereka di mata media khususnya, dan di mata masyarakat umumnya.

Online Media Monitoring  

Online Media Monitoring ini pun sebenarnya tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan pada metode Offline Media Monitoring. Hal yang sama adalah media-media cetak yang sebelumnya bergerak secara Offline, kini sudah mulai beralih ke dalam format online. Hal ini lah yan membuat adanya kesamaan antaran Offline dan Online Media Monitoring di dalam urusan portal berita.

Uniknya, salah satu yang termasuk di dalam bagian Online Media adalah media sosial. Media sosial  sendiri merupakan platform yang cukup unik karena berhasil melaksanakan cita-cita banyak orang, yaitu ‘Freedom of Expression.’

Akan tetapi, kebebasan dalam penggunaan media sosial ini ternyata membuahkan dua sisi yang berlawanan. Di satu sisi, setiap orang memiliki hak yang sama untuk berkomentar di media secara terbuka. Akan tetapi di sisi lain, hal ini malah bisa membentuk persepsi baru yang mana faktanya belum tentu benar, dan tentu saja bisa merusak reputasi dari orang yang menjadi objek pembicaraannya.

Setelah memahami perbedaan dari jenis Media Monitoring, kini kita akan membahas mengapa kita semua, khususnya yang bergerak di bidang profesional, harus melakukan media monitoring?

Memantau Reputasi dan Merespon Isu Terkini

Untuk beberapa Brand besar atau public figure yang sudah memiliki nama besar, reputasi menjadi salah satu hal yang harus terus dipantau dan diperbaiki. Terlebih untuk Brand, reputasi yang buruk bisa mengakibatkan hilangnya kepercayaan potential customers, atau bahkan konsumen yang sudah lama menggunakan jasa dari Brand tersebut.

Media monitoring menjadi salah satu jawaban dalam memantau isu-isu tersebut. Adanya data analisis secara realtime, kalian bisa terus update dengan isu apapun yang tersebar di berbagai macam media, baik itu offline ataupun online.

Mengenal Lebih Jauh Kompetitormu

Media Monitoring sendiri ternyata tidak hanya berlaku untuk menjadi metode pemantauan isu dan reputasi saja, tetapi juga bisa bermanfaat untuk strategi marketing. Salah satu manfaat yang bisa kalian dapatkan adalah terkait kondisi terkini dari kompetitor terdekatmu. Terlebih lagi di media sosial di mana kini hampir sebagian besar Brand yang bergerak secara digital menggunakan media sosial mereka sebagai media utama dalam menyampaikan informasi terkait produk. Ada berbagai macam cara yang digunakan, di mana kita biasa menyebutnya sebagai Social Media Marketing.

Dengan metode ini, kita bisa lebih paham terkait apa saja yang kompetitor kita sudah lakukan di media-media, bahkan sampai mengetahui hasil dari Campaign dan upaya-upaya yang mereka lakukan di media sosial. Hal ini bisa menjadi harta tersendiri bagi kita di mana kita bisa mengetahui metode mana saja yang berhasil dan gagal dilakukan untuk bisa mengoptimalkan Social Media Marketing dari sebuah Brand atau bahkan sampai mencakup industry.

Mencari Ide dalam Content Marketing

Tidak bisa dipungkiri bahwa kini kita hidup dikelilingi oleh data yang sangat besar jumlahnya. Di industri 4.0 di mana segala-galanya sudah berubah ke digital, data menjadi hal yang paling penting untuk kita miliki. Dengan bermodalkan data yang relevan, kita bisa mengetahui , bahkan memprediksi hal apa yang akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Media Monitoring pun memiliki fungsi untuk mendapatkan data dan mengubahnya menjadi sebuah informasi yang bermafaat bagi pelakunya, di mana salah satunya adalah untuk memperkaya ide dalam Content Marketing. Kita bisa mengetahui hal-hal apa saja yang sedang ramai dibicarakan di media-media, khususnya pembicaraan yang berhubungan erat dengan industri yang sedang kalian jalani saat ini.

Menyaring Influencer yang Relevan

Salah satu metrik yang cukup sering digunakan dalam pemantauan media adalah Top Influencer. Di sini kita bisa mengetahui siapa saja Influencer atau orang penting yang sudah membicarakan kita di media-media, khususnya di media sosial. Apabila kita berbicara dengan pandangan yang lebih luas lagi, kita pun bisa mengetahui siapa saja Influencer yang aktif membuat konten, yang sesuai dengan industri dari bisnismu. Dengan begitu, kita bisa tahu dan paham Influencer yang seperti apa dan siapa yang seharusnya cocok untuk diajak bekerjasama dengan bisnis yangs edang kamu jalani ini.

About the author

Gerry Ardian Alamsyah
Social Media and Content Marketing at | gerry@nolimit.id | Website

As a Content Marketing, I manage everything related to Content, whether it is on Social Media or even writing any documents for the company. "Don't need to listen to me, I speak more through writing"