Menurut Anda, mana yang kini lebih terdengar riuh dan berisik, percakapan di dunia nyata atau maya? Internet khususnya sosial media menjadi sebuah ‘ekosistem’ penting saat ini. Lingkungan hidup kedua, yang tak bisa dipisahkan dari aktivitas di dunia nyata.

Jika diamati sekilas, percakapan atau interaksi antar pengguna sosial media sesungguhnya menghasilkan data penting yang amat besar jumlahnya, namun tersebar secara acak. Sekadar percakapan di kolom komentar tentang tips perawatan wajah, diskusi soal kasus pelecehan seksual, hingga yang selalu ramai dibicarakan: politik.

Bagi Anda yang cermat, data yang dihimpun dari interaksi para pengguna sosial media ini bisa menjadi ladang bisnis. Anda bisa memetakan minat sekelompok orang terhadap barang atau jasa. Cukup dengan menyimak interaksi mereka dan mengelompokkannya dalam kategori tertentu. Aktivitas pemantauan dan pemetaan inilah yang populer dengan sebutan social media listening.

Untuk memantau itulah Anda membutuhkan alatnya yang disebut dengan social media listening tools. Social media listening tools adalah alat yang dapat mengidentifikasi, menilai, dan mengukur percakapan di semua kanal social media tentang produk, brand, kompetitor, dan tren yang tengah terjadi sehingga Anda bisa memanfaatkannya sebagai data untuk menentukan langkah strategis dalam bisnis digital yang Anda jalankan.

Menguping di Sosial Media

Sesuai arti harfiahnya, social media listening tak ubahnya kegiatan menguping pembicaraan orang namun dilakukan di internet. Ini penting bagi pelaku bisnis masa kini yang sebagian besar aktivitas marketingnya dilakukan di sosial media.

Brand yang akan Anda jual baik itu berupa barang, jasa, atau skill profesional, butuh strategi pemasaran yang tepat. Siapa target pemasarannya, kapan sebaiknya dipromosikan, konten promosi seperti apa yang lebih disukai calon konsumen. Semua data marketing ini bisa diperoleh dari analisis sosial media listening.

Cikal Bakal Media Listening Sudah ada Sejak Penghujung Abad ke-18

George Washington, Presiden Amerika Serikat pertama, rutin memantau pemberitaan di surat kabar selama masa pemerintahannya. Tujuannya jelas untuk memonitor apa kata masyarakat tentang sistem pemerintahan yang ia buat, serta bagaimana perusahaan surat kabar membuat opini tentangnya.

George memerintahkan anak-anak buahnya untuk membuat kliping dari potongan tulisan di surat kabar. Tanpa kita sadari, ternyata praktek media monitoring atau media listening sudah berlangsung bahkan sejak akhir abad ke-18.

Bagi George Washington kala itu, memonitor media adalah salah satu cara mengukur tingkat keberhasilan pemerintahannya. Memantau sejauh mana kebijakan dan tindakan yang ia ambil memberi dampak pada masyarakat, sekaligus menjadi bahan koreksi untuk menentukan strategi selanjutnya.

Menyusul sukses George Washington, dua Presiden Amerika Serikat lainnya yaitu Rutherford B. Hayes dan Franklin Pierce juga melakukan hal serupa. Tren media monitoring ini semakin berkembang pesat dan menyebar luas, hingga terbentuk sebuah organisasi khusus yang menaungi pengklipingan surat kabar di Prancis. Organisasi ini bernama FIBEP (Federation Internationale des Bureaux d’Extraits de Presse).

Media monitoring yang dilakukan para pemimpin Negeri Paman Sam ini bisa dibilang sebagai cikal bakal media listening. Anda yang tengah menjalankan bisnis baik dalam bentuk korporasi atau profesional, perlu memonitor tanggapan konsumen secara cermat. Menjangkau seluruh pelanggan maupun calon konsumen dengan cara yang efisien: social media listening.

Social Media Listening Tools Membuat Anda Berdiri di Puncak Piramida

Dengan social media listening tools akan membawa Anda seperti berdiri di puncak piramida. Anda bisa leluasa melihat ke bawah dan memilih dengan bebas ingin fokus ke sektor yang mana.

Saat membangun brand atau melakukan personal branding, sesekali Anda memang perlu mendaki ke puncak piramida. Memetakan kondisi pasar dan masyarakat, agar Anda bisa menyusun strategi yang tepat untuk kemajuan bisnis. Untuk melakukannya, Anda butuh social media listening tools yang tepat dan efisien.

Di Indonesia sendiri, aktivitas media monitoring dan penggunaan social media listening tools makin berkembang pesat. Penggunanya bukan hanya pemilik brand besar atau korporasi yang sudah punya nama. Toko-toko online yang semakin banyak bermunculan di selebriti sosial media, juga perlu melakukan social media listening untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan performa bisnis.

Salah satu social media listening tools Indonesia yang bisa Anda pilih adalah NoLimit Dashboard. Aplikasi berbasis website ini akan membantu Anda memantau dan menganalisis data di sosial media secara lebih efektif.

Tak hanya memberikan laporan rutin kepada Anda, NoLimit Indonesia juga mengontrol reputasi brand Anda serta memantau kondisi kompetitor. Tools yang tepat untuk bisnis Anda bukan?

About the author

Gerry Ardian Alamsyah
Social Media and Content Marketing at | gerry@nolimit.id | Website

As a Content Marketing, I manage everything related to Content, whether it is on Social Media or even writing any documents for the company. "Don't need to listen to me, I speak more through writing"