Debat Pilpres putaran kedua kembali diselenggarakan pada tanggal 17 Februari 2019. Pada debat sebelumnya, kami sudah membahas bagaimana adu visi dan misi, juga pro dan kontra warga Indonesia di media sosial dalam menyikapi perdebatan tersebut. Kali ini, kami pun akan kembali membahas pro dan kontra debat pilpres putaran kedua ini yang banyak didiskusikan di media sosial.

Debat pilpres kedua ini diselenggarakan di hotel Sultan, pada pukul 20:00. Ada yang sedikit berbeda dari debat yang kedua ini. Berikut beberapa poin perbedaan dari debat pilpres yang kedua dengan yang pertama:

  • Debat hanya diberlakukan untuk Capres dari masing-masing pasangan saja
  • Tidak ada kisi-kisi pertanyaan untuk masing-masing paslon
  • Terdapat satu segmen untuk saling tanya jawab
  • Tidak ada tribun pendukung di belakang peserta debat
  • Panelis debat ditentukan langsung oleh KPU

Panelis sendiri kali ini memiliki tugas untuk membuat pertanyaan terkait tema yang sudah ditentukan, yaitu energi dan pangan, sumberdaya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur. Berbicara terkait panelis yang langsung ditentukan oleh KPU, berikut profil dari tim panelis di debat pilpres kedua ini:

  • Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember – Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.ES., Ph.D
  • Rektor Institut Pertanian Bogor – Dr. Arif Satria
  • Direktur Eksekutif WALHI – Nur Hidayati
  • Ahli Pertambangan ITB – Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, M. Sc
  • Pakar Energi UGM – Ahmad Agustiawan ST M.Sc.,Ph.D
  • Rektor Universitas Diponegoro – Prof. Sudharto P Hadi, MES, PhD
  • Sekretaris Jenderal Konsorsium Pengembangan Agraria – Dewi Kartika
  • Pakar hukum lingkungan UNAIR – Dr. Suparto Wijoyo S.H., M.Hum

Visi dan Misi Capres 01

Seperti biasa, masing-masing Capres diberikan kesempatan untuk memaparkan visi dan misinya terkait energi dan pangan, sumberdaya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur.

Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, visi kami adalah Indonesia Maju.

Di bidang energi ke depan, kita ingin sebanyak-banyaknya mengurangi pemakaian energi fosil sehingga pemakaian biodiesel.

Kita kerjakan sudah kita mulai dengan melakukan produksi B20 ini akan kita teruskan sampai ke B100 sehingga ketergantungan kita pada energi fosil akan semakin dikurangi dari tahun ketahun.

Berkaitan dengan bidang infrastruktur, kita tahu dalam 3 tahun ini, kita telah menggelontorkan 187 triliun rupiah dana desa ke desa desa apa yang kita dapatkan dari Dana Desa telah dibangun 191.000 km jalan di desa yaitu jalan produksi yang itu sangat bermanfaat bagi para petani dan juga 58.000 unit irigasi, yang telah kita bangun dari dana desa.

Ketiga, dari bidang pangan kita ingin ketersediaan pangan stop pangan stabilitas harga harus terus kita jaga dan saya juga ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada petani jagung, kita ingat pada tahun 2014 kita masih impor 3,5 juta ton jagung, tahun 2018 kita hanya impor 180 ribu ton jagung, artinya ada produksi 3,3 juta ton yang telah di bukan oleh petani dan ini merupakan sebuah lompatan yang besar.

Di bidang lingkungan hidup, kita ingin kebakaran hutan kebakaran gambut tidak terjadi lagi dan ini sedang kita atasi dan 3 tahun ini tidak terjadi kebakaran lahan, hutan bahkan lahan gambut dan itu adalah kerja keras kita semua dan kita juga ingin mengurangi sampah plastik di sungai maupun di laut.

Saya kira itu dedikasi yang kita ingin kita berikan kepada bangsa ini untuk Indonesia maju.

Visi dan Misi Capres 02

Berikut penyampaian visi dan misi dari Capres 02 terkait energi dan pangan, sumberdaya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur.

Malam hari ini kita berkumpul untuk membahas masalah-masalah yang sangat penting dalam kehidupan bangsa, yaitu infrastruktur, pangan, energi, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Ini bisa dikatakan inti masalah daripada kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kami dengan visi bahwa justru di bidang-bidang inilah, untuk menjadi negara yang berhasil, kita harus sungguh-sungguh membangun suatu kemandirian. Kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita harus swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air, agar kita bisa survive sebagai suatu bangsa.

PBB sekarang mengatakan bahwa inilah tiga masalah utama tolok ukur keberhasilan suatu negara. Suatu negara bisa dikatakan bisa berhasil kalau bisa memenuhi pangan untuk rakyatnya, energi untuk rakyatnya, dan air tanpa impor.

Kami kalau berkuasa nanti, Insha Allah dapat mandat dari rakyat, kami akan menjamin pangan tersedia dan harga terjangkau untuk seluruh rakyat Indonesia. Dan kami akan menjamin bahwa produsen, petani, peternak, petambak, nelayan, harus mendapat imbalan penghasilan yang memadai. Itu komitmen kami.

Kami juga akan segera turunkan harga listrik, harga makanan-makanan pokok. Dan kami juga akan menyiapkan pupuk dalam jumlah berapa yang dibutuhkan kami akan siapkan sampai ke petani. Ini komitmen kami. Kami yakin Indonesia bisa berdiri di atas kaki kita sendiri.

Kita akan mengamankan semua sumber-sumber ekonomi bangsa Indonesia. Kita akan menjaga pundi-pundi bangsa Indonesia supaya kekayaan kita tidak mengalir ke luar negeri.

Masalah pokok bangsa kita adalah bahwa kekayaan kita tidak tinggal di republik kita. Ini bukan salah siapapun. Ini salah kita semua sebagai bangsa. Karena itu saya mengajak, marilah kita bersama-sama mencari pemecahan masalah.

Saya menghargai apa yang sudah dilakukan oleh Pak Joko Widodo di bidang infrastruktur beliau telah bekerja keras. Namun, namanya demokrasi, saya menawarkan suatu strategi yang akan membawa lebih cepat membawa kemakmuran dan keadilan bagi bangsa Indonesia.

Pro dan Kontra Debat Pilpres di Media Sosial

Sama halnya dengan debat pertama, debat yang kedua ini pun melahirkan beberapa tagar di media sosial, seperti #DebatPilpres2019 dan #DebatKeduaPilpres2019. NoLimit, Social Media Monitoring Indonesia, kembali melakukan pemantauan terhadap tagar-tagar tersebut.

Kami mencoba memantau kedua tagar tersebut dengan jangka waktu satu hari saja, yaitu 17 Februari 2019. Dengan jangka waktu yang singkat tersebut, kami sudah bisa menemukan 33.139 konten yang dibuat di media sosial Twitter.

Ada tiga akun yang paling sering menggunakan tagar tersebut, yaitu @akuratco (166 Tweets), @narasitv (154 Tweets) dan @tahonemhmd (146 Tweets). Berikut salah satu contoh Tweet yang dibuat oleh @akuratco.

Ada pula beberapa Influencer di media sosial Twitter yang turut membicarakan acara debat Pilpres kedua 2019 tersebut. Influencer yang pertama adalah Anis Matta, yang merupakan politisi dan mantan ketua umum PKS. Pada akunnya @anismatta, beliau memamerkan foto nonton bareng debat pilpres 2019

Selain Anis Matta, ada pula dua Influencer lainnya, yaitu Budiman Sudjatmiko dan Adib Hidayat. Budiman sendiri melaksanakan nonton bareng bersama wakil ketua DPD PDI Perjuangan, Jawa Timur. Sedangkan Adib Hidayat menggunakan fitur polling pada Twitter untuk bertanya kepada warganet siapa yang memenangkan debat tersebut.

Dalam menganalisis perkembangan sebuah isu, kamipun selalu mencari Top Talk dari isu tersebut, atau konten yang memiliki engagement lebih tinggi dibandingkan konten lainnya. Berikut lima konten yang menjadi Top Talk dari isu debat Pilpres putaran kedua ini.

About the author

Gerry Ardian Alamsyah
Social Media and Content Marketing at | gerry@nolimit.id | Website

As a Content Marketing, I manage everything related to Content, whether it is on Social Media or even writing any documents for the company. "Don't need to listen to me, I speak more through writing"