Dalam pembahasan Social Media Monitoring 101 pekan lalu, kami telah memaparkan beberapa poin terkait Market Research. Dimulai dari pengertiannya, cara melakukannya sampai manfaat yang didapat dari metode Market Research ini. Kali ini, kami akan membahas poin selanjutnya, yaitu Content Analysis atau memantau dan menganalisis konten yang sudah kalian buat, khususnya di media sosial. Di sini kami mencoba untuk memberi pendekatan yang sangat mudah dengan beberapa poin, yaitu:

  1. Mengapa Berjualan di Media Sosial?
  2. Apa itu Content Marketing?
  3. Mengapa harus menganalisis konten?
  4. Bagaimana cara menganalisis konten?
  5. Bagaimana analisis ini berdampak pada peningkatan penjualan?

Mengapa Berjualan di Media Sosial?

Menurut unggahan The Next Web pada bulan April kemarin, Indonesia hampir selalu masuk 5 negara teratas dengan jumlah pengguna media sosial terbanyak di dunia. Kurang lebih, Indonesia menyumbangkan 140 juta pengguna Facebook dan 56 juta pengguna Instagram. Terlebih lagi, Jakarta merupakan ibu kota paling aktif sedunia dalam berkomentar di Twitter.

Seiring dengan angka pengguna media sosial yang semakin tinggi di Indonesia, maka semakin tinggi juga pergeseran market di dunia bisnis di Indonesia. Target market yang dulu harus kita cari dengan cara bertemu secara langsung, kini bisa temui secara digital.

Pergeseran ini pun mempengaruhi, secara psikologi, para konsumen di mana mereka pun lebih menyukai mencari sebuah produk yang dilakukan secara online. Hal-hal ini lah yang memicu munculnya metode Social Media Marketing. Metode ini memanfaatkan media sosial sebagai jembatan antara sebuah Brand dengan target-target konsumen yang diharapkan oleh Brand tersebut.

Apa itu Content Marketing?

Lalu bagaimana penggunaan media sosial ini bisa optimal dalam menghubungkan sebuah Brand dengan target konsumen mereka? Jawabannya adalah dengan bantuan Content Marketing. Konten di sini bukan hanya dalam bentuk tulisan, tetapi juga meliputi gambar dan juga video yang disajikan.

Konten yang disajikan di sini diharuskan bisa membuat pembaca merasa butuh dengan produk yang kita tawarkan. Untuk mencapai tahap tersebut, kita harus melewati beberapa proses.

Tahapan awalnya adalah dengan melakukan Market Research, seperti yang sudah kami jelaskan di artikel sebelumnya. Setelah mengetahui siapa saja target konsumen kita di media sosial, barulah kita bisa merancang konten seperti apa yang akan kita suguhkan dan bisa membuat mereka membutuhkan produk yang kita tawarkan.

Ada 3 tahapan yang harus kita rencanankan dalam membuat Content Marketing:

  1. Cari tahu permasalahan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan produk yang kalian jual. Cari tahu pula siapa saja yang sering mendapatkan masalah tersebut. Buatlah konten informatif dan edukatif terkait dengan permasalahan tersebut.
  2. Berikan pendekatan dan gambaran bagaimana produk yang kalian jual bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Pastikan bahwa pembaca bisa mendapatkan ilmu baru, bahkan solusi dari permasalahan mereka, dan beri tahu pembaca bahwa produk yang kalian jual adalah salah satu solusi terbaik mereka.
  3. Di sini, barulah kalian diperbolehkan membuat konten promosi secara langsung. Akan tetapi, harus dipastikan bahwa porsi konten promosi ini lebih sedikit dari kedua poin sebelumnya.

Mengapa Harus Menganalisis Konten?

Sebenarnya, kami pernah membahas terkait alasan-alasan mengapa kita harus terus memantau performa konten kita di media sosial. Judul artikelnya adalah Mengapa Kita Harus Menganalisis Konten di Media Sosial?

Penjelasan singkatnya adalah karena media sosial dan juga penggunanya sangatlah dinamis dan terus berubah-ubah.

Contoh; minggu ini mungkin tipe konten A memiliki banyak Engagement. Akan tetapi, beberapa minggu ke depan, tipe konten A hanya mendapatkan sedikit Engagement. Dengan memantau dan menganalisis konten-konten tersebut, kita bisa tahu apa penyebab turunnya Engagement pada konten A dan bagaimana cara terbaik untuk meningkatkan Engagement pada tipe konten tersebut, dan juga tipe konten lainnya.

Bagaimana Cara Menganalisis Konten?

Ketika kita mulai turun langsung ke lapangan untuk membuat konten di media sosial, terkadang hasil yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini kerap terjadi ketika kita baru saja memulai. Di sini lah kita perlu menganalisis konten-konten yang sudah kita buat atau yang biasa disebut dengan metode Content Analysis.

Di sini, kita harus tahu apa yang membuat konten tidak bekerja dengan maksimal, dan apa yang harus dilakukan ke depannya.

Mudahnya, kini hampir setiap media sosial yang digunakan untuk kebutuhan bisnis memiliki fitur analisis tersendiri. Dari masing-masing fitur analisis tersebut, kita bisa melihat jumlah Engagement, Reach dan Impression dari setiap konten yang kita buat.

Melalui fitur insight tersebut, kamu harus bisa menjawab 4 pertanyaan berikut:

  1. Apakah Followers-mu sudah sesuai dengan target marketmu?
  2. Apakah konten yang kamu buat disukai oleh Followers-mu?
  3. Apakah konten yang kamu buat dilihat oleh Followers-mu?
  4. Apakah jumlah konten yang kamu bagikan sudah ideal untuk Followers-mu?

Lalu, bagaimana cara mengukurnya?

Ada beberapa metrik yang harus kalian ukur untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Untuk nomor 1, teman-teman bisa baca artikel kami sebelumnya terkait Social Media Monitoring dalam menentukan target market.

Lalu untuk ketiga pertanyaan lainnya, teman-teman bisa melihat nilai metrik tersebut dari fitur insight di masing-masing media sosial. Akan tetapi, setiap media sosial memiliki tampilan, istilah dan metrik yang berbeda. Hal ini terkadang menyulitkan para Digital Marketer untuk mengukur performa dari konten-konten yang telah mereka buat.

Dalam proses menganalis konten, teman-teman harus tahu perkembangan interaksi yang terjadi pada setiap kontennya, baik itu jumlah Like, Comment ataupun Share dan Retweet. Pantau konten seperti apa yang disukai oleh targetmu dan konten seperti apa yang tidak disukai oleh target marketmu. Kesalahan fatal yang sering terjadi adalah tidak adanya data pemantauan seperti ini di beberapa Brand. Hal ini lah yang menyebabkan tidak adanya perkembangan yang signifikan pada metode Social Media Marketing yang dilakukan.

Selanjutnya, kamu pun harus pantau Impression dan Reach dari setiap konten yang kamu buat, terlebih lagi dari setiap media sosial yang digunakan. Hal ini bisa mengukur seberapa efisienkah kontenmu bisa tersampaikan kepada target marketmu. Kalian pun harus tahu media sosial mana yang performanya lebih baik, sehingga kalian bisa tahu di mana konten-konten yang dibuat harus lebih dioptimalkan.

Dalam dunia bisnis, tentu kamu memiliki kompetitor yang bergerak di industri yang serupa. Beruntunglah kalian apabila Brand yang kalian jalankan merupakan satu-satunya yang sudah mulai bergeser ke dunia digital. Akan tetapi bagi mereka yang datang belakangan untuk mulai bergerak di dunia digital, pekerjaan Social Media Marketing ini akan menjadi lebih berat.

NoLimit Dashboard hadir sebagai solusi dalam menganalisis konten di media sosial dengan lebih mudah dan efektif.

NoLimit Dashboard bekerja dengan cara memantau akun, tagar dan kata kunci apapun yang ada di media sosial, semua dianalisis dan diintegrasikan hanya dalam satu aplikasi saja. Fitur ini bisa teman-teman gunakan untuk memantau dan menganalisis kompetitor kalian di media sosial. Cari tahu bagaimana kompetitor bekerja di media sosial, dimulai dari jumlah konten yang dibagikan, jenis konten, sampai persepsi positif dan negatif masyarakat terkait produk yang dijual oleh kompetitormu. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah untuk masuk dan berkompetisi di dunia digital dalam mengakuisisi target market di industri kalian.

NoLimit Dashboard sendiri memiliki 86 lebih metrik yang tersedia. Hal ini akan jauh memudahkan kalian dalam memantau dan menganalisis konten-konten di media sosial.

Berbekal data hasil analisis tersebut, kini kamu menjadi lebih tahu dan lebih paham akan kebutuhan dari target marketmua. Selanjutnya kalian bisa mencoba menginterpretasi data-data tersebut dan mengubahnya menjadi sebuah insight tersendiri untuk menyusun strategi marketing secara digital kemudian hari. Dengan dilakukannya metode ini secara konsisten, makan hal ini pun tentu akan berdampak positif ke pada penjualan produkmu, khususnya secara digital.

About the author

Gerry Ardian Alamsyah
Social Media and Content Marketing at | gerry@nolimit.id |

As a Content Marketing, I manage everything related to Content, whether it is on Social Media or even writing any documents for the company. "Don't need to listen to me, I speak more through writing"