Penggunaan metode Social Media Monitoring bisa membantu perusahaan untuk memantau brand sentiment dari para pengguna media sosial. Hal ini bisa jadi sangat bermanfaat bagi perusahaan karena mereka akan mendapatkan data penting di mana data tersebut bisa digunakan sebagai dasar dalam perbaikan produk dan layanan yang ditawarkan kepada masyarakat. Selain itu, Social Media Monitoring pun digunakan untuk memantau aktivitas dan brand sentiment dari kompetitor, bahkan mengetahui kebutuhan yang ada di dalam industri perusahaan dengan skala yang lebih luas.

Bagi teman-teman yang baru saja akan memulai Social Media Monitoring kepada Brand kalian, kami akan membahas beberapa hal yang harus kamu lakukan sebelum benar-benar terjun ke dalam metode Social Media Monitoring. Dengan mengikuti petunjuk tersebut, hasil yang kamu dapatkan dari Social Media Monitoring bisa membantu teman-teman dalam meningkatkan ROI di kemudian hari (Return of Investment).

TENTUKAN TUJUANMU!

Sebelum teman-teman benar-benar melakukan metode Social Media Monitoring, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan hal apa yang ingin kamu capai dari penggunaan metode tersebut. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada banyak hal yang bisa kamu dapatkan dan optimalkan ketika melakukan metode Social Media Monitoring.

Market Research

Social Media Monitoring bukanlah metode survey yang dilakukan melalui questionnaires dengan tujuan untuk mendapatkan data terkait produk yang kita miliki. Metode ini memungkinkan kita untuk mengetahui apa yang orang pikirkan dan rasakan terhadap produk kita secara alami, tanpa adanya paksaan secara tatap muka, ataupun paksaan secara psikologi, seperti pertanyaan questionnaires dengan embel-embel hadiah untuk pengisinya.

Bahkan, ketika seseorang membicarakan produk yang kamu tawarkan, tanpa me-mention akun dari perusahaanmu, metode Social Media Monitoring bisa menarik data tersebut dan diolah menjadi sebuah insight tersendiri.

Brand image atau value dari sebuah perusahaan memang pada awalnya dibuat oleh tim dari perusahaan itu sendiri. Hal ini lah yang menjadi modal sebuah perusahaan dalam menawarkan konten kepada target-target audiens dari mereka. Faktanya, brand image yang dibentuk tidak selalu sesuai dengan apa yang orang lain pikirkan terhadap perusahaan teman-teman. Social Media Monitoring bisa membantu teman-teman untuk mengetahui apa yang sebenarnya masyarakat pikirkan tentang produk atau layanan yang ditawarkan, atau bahkan tentang brand image dari perusahaan itu sendiri.

Aplikasi Social Media Monitoring kini hadir untuk membantu teman-teman dalam memantau aktivitas di media sosial, yang tentu saja berhubungan dengan industri yang sedang kalian jalankan. Aplikasi tersebut bisa memudahkan kalian dalam mencari tahu audiens yang dimiliki dengan proses analisis yang lebih mendalam. Kalian pun bisa mengetahui dengan lebih cepat terkait brand sentiment, bahkan isu positif dan negatif terkait produk yang kalian tawarkan. Dengan begitu, teman-teman bisa memahami lebih jauh brand image apa yang sudah kalian miliki, dan tentu saja akan lebih mudah pula dalam mengidentifikasi siapa saja audiens kalian.

Selain itu, untuk bisa bergabung dalam kompetisi market di media sosial, kalian pun harus selalu aktif dalam setiap isu dan fenomena yang terjadi di sekitar industri teman-teman. Sebagai contoh, apabila kamu bergerak di dunia film, makan kamu harus tahu isu apa yang sedang ramai dibicarakan terkait film itu sendiri.

Sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu, Jokowi sempat menjadi Trending Topic ketika menganalogikan isi pidatonya dengan istilah-istilah di film seri Game of Thrones. Dengan menjadi perusahaan di industri film pertama yang mengetahui terkait isu ini, kamu bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan membuat konten yang berkaitan dengan Game of Thrones. Niscaya, reach dan awareness dari kontenmu akan melanjak pesat.

Dengan mengetahui analisis pada brand sentiment, kamu akan lebih mudah dalam melakukan analisis market. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sebelum membentuk sebuah brand image di media sosial, kamu harus tahu terlebih dahulu apa yang orang lain pikirkan dan gambarkan terhadap brand-mu. Setelah itu, teman-teman pun harus selalu sadar akan isu yang ada di sekitar industri bisnismu, dan jangan lupa mulailah turut berkontribusi di setiap isu yang beredar di sekelilingmu. Dengan begitu eksistensi perusahaan kalian akan terus meningkat, dan reputasi pun akan menjadi lebih baik seiring perjalanan waktu.