Tepat pada tanggal 9 Agustus 2018, akhirnya nama Calon Wakil Presiden yang kita tunggu secara resmi diumumkan. Jokowi secara resmi memilih Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden. Sedangkan Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden. Kedua nama tersebut bisa dibilang cukup mengejutkan karena selama penantian ini masyarakat Indonesia banyak menebak-nebak siapa calon wakil presiden yang akan disertakan pada pemilu nanti.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Big Data dan Online media, kami pun turut memantau dan menganalisis isu pemilihan cawapres tersebut. Ada dua hal yang kami bahas di sini. Isu yang pertama adalah bagaimana teknologi Big Data di dalam NoLimit ONM memprediksi calon wakil presiden dari setiap calon. Lalu, isu yang kedua adalah perihal tanggapan dan persepsi masyrakat Indonesia atas proses pengumuman calon wakil presiden oleh masih-masih kandidat.

Memprediksi Calon Wakil Presiden dengan Data Portal Berita Online

Pada isu pemilihan cawapres ini, kami menggunakan salah satu produk dari NoLimit, yaitu NoLimit ONM (Online News Monitoring). Di sini, kami akan membandingkan reputasi, jumlah pembicaraan dan grafik perubahan dari pembicaraan tersebut dari berbagai macam portal berita online di Indonesia. Data perbandingan diambil dari jumlah pemberitaan kandidat Cawapres dari tanggal 9 Juli sampai dengan 9 Agustus 2018.

Seperti yang kita ketahui, nama Mahfud MD sempat digadang-gadang akan menjadi kandidat terkuat calon wakil presiden dari Jokowi. Akan tetapi, fakta mengejutkan datang ketika nama Ma’ruf Amin muncul sebagai pilihan Cawapres. Sedangkan untuk Prabowo sendiri, ada dua nama yang akan kita bandingkan, yaitu kandidat terpilih; Sandiaga Uno dan kandidat tidak terpilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Terhitung semenjak 9 Juli 2018 sampai 9 Agustus 2018, nama Mahfud MD sudah diberitakan di portal berita online sebanyak 1.292 kali. Portal berita online yang paling banyak membicarakan Mahfud MD adalah Tribunnews.

Sedangkan Ma’ruf Amin hanya diberitakan sebanyak 488 kali. Portal berita online yang paling aktif adalah Detik. Apabila kita bandingkan secara jumlah, nama Ma’ruf Amin memang kalah telak dari sisi popularitas (baik itu pemberitaan positif ataupun negatif). Akan tetapi, pelonjakan jumlah pembicaran Ma’ruf Amin pada tanggal 8 menjadi suatu hal sangat menarik untuk diperhatikan

Perubahan grafik jumlah pembicaraan yang cukup signifikan selalu berarti bahwa ada sesuatu yang sedang ramai dibahas dari tokoh tersebut, baik itu hal positif ataupun negatif, terlebih lagi pada isu pemilihan cawapres ini. Sedangkan grafik Mahfud MD terlalu banyak perubahan yang sangat signifikan.

Di sisi lain, AHY cukup populer di kalangan portal berita online. Salah satu penyebabnya adalah ketika AHY mengadakan silaturahmi ke beberapa kota di Jawa Barat. Dalam jangka waktu 30 hari, AHY sudah diberitakan sebanyak 1.503 kali. Media yang paling aktif memberitakan AHY adalah Tribunnews.

Sedangkat Sandiaga Uno yang kini menjadi sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta diberitakan sebanyak 1.801, dan paling banyak diberitakan oleh media Detik. Apabila kita bandingkan dengan kedua kandidat Cawapres Jokowi sebelumnya, jumlah Cawapres terpilih dari Prabowo lebih populer dibandingkan dengan kandidat lainnya yaitu.

Baca artikel lainnya: NoLimit ONM, Mencari Isu dengan Lebih Mudah

Akan tetapi, yang ingin digaris bawahi di sini adalah adanya kesamaan antara Ma’ruf Amin, cawapres dari Jokowi dengan Sandiaga Uno, cawapres dari Prabowo. Kesamaan tersebut adalah stabilitas dari jumlah pemberitaan mereka. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa perubahan drastis pada sebuah grafik menunjukan adanya isu negatif atau positif di sekelilingnya. Mahfud MD dan AHY memiliki banyak perubahan grafik yang cukup drastis dalam beberapa waktu, dan dalam bentuk data membuktikan bahwa reputasi yang stabil lah yang lebih memiliki nilai plus untuk menjadi cawapres dari masing-masing kandidat.

Persepsi Netizen di Media Sosial Twitter

Dalam hal ini, kami menggunakan NoLimit Dashboard sebagai alat bantu memantau dan menganalisis isu pemilihan cawapres di media sosial. Kami memantau kata kunci Wapres dan Cawapres pada tanggal 9 Agustus 2018. Dalam jangka waktu satu hari saja, kami menemukan ada 3.667 pembicaraan terkait Calon Wakil Presiden ini. Banyaknya diskusi tersebut menunjukan bagaimana antusiasme netizen yang sangat tinggi akan pengumuman Calon Wakil Presiden tersebut.

Ada 3 akun yang paling banyak membicarakan isu pengumuman Cawapres ini, yaitu @maximillian2008 dengan 15 Tweets, @Rei2Black_17 dengan 9 Tweet dan @SashaAlexiis dengan 8 Tweet. Selain ketiga akun tersebut, ternyata isu ini pun memancing beberapa tokoh-tokoh untuk berkomentar. Kami akan memaparkan 3 tokoh dengan jumlah Followers terbanyak yang turut membicarakan isu pengumuman Cawapres ini, atau yang biasa kami sebut sebagai Top Influencer.

Influencer yang pertama adalah Ruhut Sitompul dengan jumlah Followers 1.918.754. Ruhut sendiri merupakan seorang Lawyer dan juga politis yang cukup rutin membicarakan tentang politik di akun media sosialnya.

Selain itu ada pula Budiman Sudjatmiko dengan jumlah Followers 614.212. Pemilik akun @budimandjatmiko ini adalah seorang aktivis dan juga politisi Indonesia.

Influencer lainnya adalah Didik Junaedi Rachmini dengan jumlah Followers 112.143. Rachmini sendiri merupakan pemerhati Ekonomi, yang juga merupakan salah satu pendiri dari INDEF (Institute for Development Economics and Finance. Dalam menanggapi isu ini, Rachmini sendiri lebih menyoroti di bidang Ekonomi, di mana menurutnya Cawapres terpilih harus orang yang pandai dan paham akan Ekonomi.

Selain ketiga nama tersebut, ada pula Influencer lainnya seperti @mbah_mijan, seorang Paranormal dan Pembina BPPKB Banten dengan 101.910 Followers, @pipitdjatma, Produser di CMI Production dengan 80.644 Followers dan @imanbr, penulis dan pembuat film dengan 79.431 Followers.

Pembicaraan yang paling populer di Twitter adalah postingan dari Ruhut Sitompul dengan jumlah 1.271 Favorites. Sedangkan pembicaraan yang paling banyak mendapatkan Retweet adalah postingan dari Alldo Fellix Januardy dengan 998 Retweets.

Melihat hasil analisis ini, penggunaan data di media online pada isu pemilihan cawapres menjadi sangat penting. Data tersebut bisa digunakan sebagai bahan untuk menganalisis isu yang sedang terjadi saat ini, atau bahkan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Pembicaraan dari portal berita online patut untuk dipantau karena artikel-artikel yang mereka bagikan akan menjadi bahan dasar masyarakat dalam mengambil keputusan. Sedangkan pembicaraan di media sosial adalah respon langsung dari masyarakat dalam menanggapi sebuah isu yang sedang ramai diperbincangkan.