Saat ini, industri bisnis digital yang memiliki tingkat persaingan paling ketat adalah industri E-Commerce. Bisnis Market Place ini selalu bertambah hampir di setiap bulannya. Pada awalnya, industri E-Commerce ini bergerak dalam menyediakan lapak jual-beli yang disuguhkan secara online, di mana penjual ataupun pembeli bisa lebih efektif dan efisien dalam melakukan transaksi. Namun, dikarenakan persaingan yang sangat ketat, perusahaan yang bergerak di bidang E-Commerce dituntut untuk sekreatif mungkin agar bisa menarik minat dari masyarakat Indonesia untuk melakukan transaksi di lapak yang mereka sediakan.

Alhasil, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang E-Commerce ini menggunakan banyak cara lainnya untuk bisa menarik target pasar seperti membuat acara-acara, bekerja sama dengan instansi lain, membuat promo-promo khusus, membuat komunitas tersendiri dan masih banyak lagi. Salah satu cara lainnya yang cukup krusial dalam menarik hati masyarakat Indonesia adalah dengan menggunakan media sosial.

Akan tetapi, dari sekian banyak E-Commerce di Indonesia, ternyata tidak semua konten yang mereka buat di media sosial benar-benar disukai oleh masyarakat. NoLimit sendiri mencoba untuk memantau dan menganalisis perkembangan isu ini, dan pemantauan ini kami lakukan dengan mengambil 13 E-Commerce besar di Indonesia; JD.ID, Blibli, Shopee, Tokopedia, Bukalapak, OLX, Lazada, Salestock, Mataharimall, Blanja, Elevenia, Zalora dan Bhinneka.

Kami memantau aktivitas E-Commerce tersebut pada media sosial Facebook, Twitter dan YouTube dengan jangka waktu 1 – 30 Juni 2018. Kami memantau 104 objek yang terdiri dari akun media sosial mereka di masing-masing platform, campaign dari masing-masing E-Commerce dan kata kunci dari E-Commerce tersebut. Pada statistic awal kami menemukan ada 333.170 data yang ditemukan dari pemantauan tersebut.

Pada artikel ini, kami akan berfokus pada performa setiap E-Commerce di masing-masing media sosial dan jenis-jenis konten seperti apa yang disukai oleh masyarakat Indonesia yang dibuat oleh 13 akun media sosial E-Commerce di Indonesia.

Performa Media Sosial Secara Keseluruhan

Dengan melakukan pemantauan tersebut, kami menemukan beberapa fakta menarik dari penggunaan media sosial oleh perusahaan-perusahaan E-Commerce. Ada 3 E-Commerce yang kami garis bawahi di sini, yaitu Blibli, Lazada dan juga JD.ID.

Secara keseluruhan Blibli merupakan E-Commerce yang paling aktif membagikan konten di media sosial mereka. Blibli telah membagikan 461 konten di seluruh media sosial mereka. Sedangkan Lazada merupakan E-Commerce dengan jumlah Followers tertinggi dibandingkan yang lainnya, yaitu dengan jumlah 25.686.384 Followers. Konten yang dibuat Lazada pun memiliki tingkat Virality paling tinggi yaitu dengan jumlah 1.176 Share.

Di sisi lain, JD.ID menjadi E-Commerce yang memiliki jumlah Like tertinggi, yaitu 588.358. Jumlah Engagement-nya pun menjadi yang tertinggi yaitu 588.581, dengan 2.843 rata-rata Engagement di setiap konten yang dibagikan.

Konten Media Sosial Facebook

Setelah membahas performa media sosial secara keseluruhan dari 13 E-Commerce tersebut, kali ini kami akan kupas secara rinci dari masing-masing media sosialnya. Pada media sosial Facebook, Tokopedia menjadi E-Commerce yang paling banyak membagikan konten mereka yaitu dengan jumlah 233 konten di bulan Juni.

Sedangkan Lazada merupakan E-Commerce yang memiliki jumlah Fans tertinggi yaitu 25.199.263 Fans, dan juga menjadi E-Commerce yang kontennya paling banyak dibagikan, yaitu dengan 973 Share. JD.ID kembali hadir yaitu sebagai E-Commerce dengan jumlah Like tertinggi, yaitu 588.152 dan menjadi E-Commerce yang memiliki rata-rata Engagement di setiap konten cukup tinggi yaitu 5.768 Engagement / Post.

Konten yang disukai oleh pengguna media sosial Facebook adalah konten dengan kategori Inspiration, lalu diikuti oleh konten Education dan juga Promotion. Sedangkan untuk waktu terbaik membagikan konten, pengguna Facebook menyukai konten dari E-Commerce yang dibagikan pada hari Senin, yaitu pada pukul 12 siang.

Baca juga artikel:  5 Jenis Konten Media Sosial yang Bisa Menunjang Pemasaran Bisnismu

Konten terbaik pada media sosial Facebook sendiri dibuat oleh JD.ID. Konten ini adalah konten Promotion di mana JD.ID memberikan Sale atau harga khusus dalam jangka waktu yang ditentukan. Terhitung sampai dengan 30 Juni 2018, konten ini mendapatkan jumlah 310.169 Engagement.

 

Konten Media Sosial Twitter

Sedangkan pada media sosial Twitter, Blibli menjadi E-Commerce yang paling aktif dalam membuat Tweet yaitu dengan 279 Tweet. Blibli juga menjadi E-Commerce yang memiliki jumlah pengikut tertinggi yaitu 474.778 Followers.

Sedangkan E-Commerce yang memiliki jumlah Engagement tertinggi di Twitter adalah Tokopedia dengan 866 Engagement. Tokopedia pun memiliki jumlah Favorite tertinggi di Twitter yaitu dengan 709 Favorite.

E-Commerce lainnya seperti Lazada menjadi E-Commerce yang memiliki jumlah Share tertinggi di Twitter yaitu dengan 203 Retweet. Selain itu, Lazada pun memiliki jumlah Engagement / Post yang lebih tinggi dibandingkan yang lainnya, yaitu 11. Kami memantau ada 10 konten terbaik yang dibagikan di media sosial Twitter, di mana 7 dari 10 konten tersebut dibagikan oleh Lazada. Hal ini lah yang membuat Lazada menjadi E-Commerce yang performanya paling baik di media sosial Twitter.

Berbicara tentang konten, audience dari ke-13 E-Commerce tersebut lebih menyukai konten dalam bentuk Inspiration, Conversation dan Entertainment. Lagi dan lagi, konten Inspiration menjadi pilihan utama E-Commerce untuk memancing Engagement dari audiens mereka di Facebook dan juga Twitter.

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis kami, waktu yang paling baik untuk membagikan konten di Twitter adalah pada hari Senin, tepatnya yaitu pada pukul 10 pagi.

Konten terbaik di Twitter dibuat oleh E-Commerce Lazada. Konten ini dibuat dengan kategori Entertainment di mana dibuat dalam bentuk kuis yang berhadiah Voucher dari Lazada.

Konten Media Sosial YouTube

Media sosial yang terakhir adalah YouTube. Seiring dengan perkembangan zaman, media sosial YouTube ini menjadi salah satu platform yang cocok digunakan sebuah perusahaan untuk memperkuat branding mereka di ranah dunia online. 9 dari 13 E-Commerce yang kami sebutkan sebelumnya sudah mulai aktif di media sosial YouTube ini.

JD.ID adalah E-Commerce yang memiliki pengikut paling banyak di YouTube yaitu dengan 297.776 Subscribers. Sedangkan Bukalapak menjadi E-Commerce yang paling serius untuk memanfaatkan YouTube sebagai media branding mereka. Bukalapak sangat aktif dalam membuat konten di YouTube dengan 37 video dan juga menjadi Brand yang memiliki jumlah Engagement tertinggi, yaitu 7.102 Like.

Berbicara perihal konten, Video Entertainment menjadi jenis konten yang paling disukai di Youtube, diikuti oleh konten Inspiration dan Education. Faktanya, 9 dari 10 konten E-Commerce terbaik di YouTube adalah konten Entertainment, dan 6 diantaranya adalah video yang dibuat oleh Bukalapak. Sedangkan waktu yang cocok untuk membagikan konten YouTube adalah pada hari Kamis, tepatnya pada pukul 9 pagi.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Bukalapak merupakan salah satu yang sangat serius membuat konten di media sosial YouTube ini. Konten E-Commerce terbaik di YouTube merupakan konten yang dibagikan ileh Bukalapak. Konten ini merupakan Web Series yang sengaja dibuat dengan tema bulan Ramadhan.

Konten media sosial bukanlah merupakan hal yang sepele. Kami pernah membahas tentang 5 jenis kategori konten media sosial yang bisa menunjang bisnis dari Brandmu. Akan tetapi, dalam ilmu Social Media Marketing, kita tidak diharuskan untuk membuat segala jenis kategori konten yang tersedia, melainkan membagikan konten yang bisa bermanfaat ke pada pembacanya dan memiliki unique value yang berhubungan dengan produk dari Brandmu. Hasil pemantauan konten yang disukai oleh audiens di industri E-Commerce ini bisa dijadikan acuan bagi teman-teman yang belum memiliki strategi matang di dunia media sosial.

Kami pun akan memberikan hasil laporan dan analisis lainnya dari berbagai macam industri secara gratis, di mana harapannya kita semua bisa belajar bersama dan mengoptimalkan media sosial dengan lebih baik dan menguntungkan.