Dewasa ini, melakukan marketing campaign di media sosial merupakan sebuah strategi yang banyak dilakukan oleh perusahaan modern. Melalui media sosial, perusahaan mampu menyebarkan sebuah produk yang dimiliki tanpa perlu menguras budget yang besar. Lain halnya dengan media periklanan di media massa dan cetak, dimana perusahaan harus merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk sebuah iklan.

Oleh karena itu, melihat efektivitas yang dimiliki media sosial, perusahaan pun berlomba-lomba menciptakan sebuah strategi pemasaran yang mampu mengakselerasi penjualan. Hal tersebut bisa kita lihat dengan adanya sebuah campaign yang menyebar ke berbagai platform media sosial. Kita pun bisa merasakan kehadiran sebuah campaign melalui sebuah hashtag yang muncul di beberapa linimasa pertemanan.

Hasilnya, kita pun akan membaca dan melakukan sesuatu saat melihat campaign tersebut, baik itu membeli produk tersebut, menyebarkan pada teman yang lain, atau berinteraksi secara langsung dengan brand tersebut. Dalam hal ini, sebuah campaign harus menjalankan misi khusus berdasarkan hasil yang telah ditentukan, baik itu meningkatkan brand awareness, kepercayaan, dan rasio konversi penjualan. Semakin tinggi hasil yang diberikan, maka semakin baik kualitas campaign tersebut.

Tujuan Marketing Campaign

Sebelum berbicara lebih lanjut mengenai marketing campaign, kita harus mengetahui terlebih dahulu tahapan pergerakan audience untuk melakukan penjualan. Fungsinya agar pada saat kita membuat sebuah campaign, kita mampu mengukur dampak yang diberikan audience. Sebagai gambaran, kita bisa melihat tahapan penjualan berikut atau yang sering dikenal sebagai marketing conversion funnel, yaitu:

Dari gambar tersebut, kita bisa melihat bahwa audience tidak serta merta membeli sesuatu begitu saja tanpa melewati tahapan tersebut. Awalnya audience belum mengetahui produk yang kita tawarkan serta manfaatnya seperti apa. Namun, melalui sebuah konten yang diberikan, audience pun akan mengetahui akan urgensi dari produk tersebut. Setelah audience yakin bahwa produk tersebut mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi, maka tumbuh lah rasa kepercayaan untuk membeli produk tersebut.

Tidak cukup sampai disana, kita pun harus menjaga hubungan dengan konsumen untuk menguatkan posisi brand di mata konsumen. Banyak diantara kita yang sering melupakan proses tersebut. Sehingga, setinggi apapun rasio penjualan, maka akan terasa sia-sia jika konsumen tidak memiliki loyalitas terhadap kita.

Dalam hal ini, peranan marketing campaign dapat digunakan untuk menyaring target audience baru dan menjaga hubungan baik dengan konsumen setelahnya. Oleh karena itu, jika basis audience dan popularitas brand belum terlalu baik, maka kita disarankan untuk menjalankan fase brand awareness terlebih dahulu.

Untuk mengetahui bagaimana membangun brand awareness di media sosial, kita bisa membaca terlebih dahulu artikel sebelumnya mengenai meningkatkan brand awareness di media sosial.

Bagaimana Membuat Marketing Campaign yang Tepat?

Marketing Campaign on Social Media

Sumber Foto: http://thenextscoop.com

Banyak yang beranggapan bahwa keberhasilan sebuah campaign dikarenakan faktor keberuntungan semata. Mereka menilai bahwasanya keberuntungan tersebut berasal dari jenis campaign yang menarik perhatian orang melalui konten yang viral. Mungkin hal tersebut memang lah benar. Dari sudut pembuat campaign, analisis yang mendalam merupakan faktor utama keberhasilan campaign tersebut. Mereka pun harus meriset pasar, menganalisis konten, serta melihat campaign kompetitor. Oleh karena itu, ada beberapa langkah penting yang tidak boleh terlewatkan saat membuat sebuah campaign di media sosial, yaitu:

Menentukan Pasar

Social Media Audience

Sumber Foto: http://marketingland.com

Pada dasarnya, target pasar merupakan hal yang paling mendasar sebelum membuat sebuah campaign. Untuk menemukan target pasar, kita harus mengetahui terlebih dahulu ruang lingkup kebutuhan serta permasalahan yang dihadapi oleh calon konsumen. Hal tersebut yang sering disebut sebagai buyer persona. Melalui buyer persona, sebuah brand akan menyesuaikan dirinya sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Sebagai contoh, kita bisa melihat pertanyaan berikut terkait pentingnya persona:

  • Apa yang harus dilakukan orang saat hendak mencari sebuah informasi? Jawabannya, membuka internet.
  • Apa yang dapat membantu orang saat mencari informasi di internet? Jawabannya, membuka Search Engine.
  • Search Engine apa yang diyakini mampu memberikan informasi yang lengkap dan cepat? Jawabannya, Search Engine Google.

Dari ketiga pertanyaan di atas, kita bisa melihat bagaimana tahapan orang dalam menggunakan sebuah produk. Dalam hal ini, persona yang akan di tampilkan oleh Google adalah cepat dan lengkap. Mindset tersebut yang akhirnya menular ke pengguna dan mampu memberikan alasan mengapa mereka menggunakan produk Google.

Oleh karena itu, menentukan buyer persona bagi sebuah brand sangat lah penting untuk menunjang target pasar. Namun, sebelum menentukan buyer persona, kita harus menganalisis terlebih dahulu target pasar yang sesuai dengan produk kita.

Menganalisis Kompetitor

Social Media Competitor

Sumber Foto: http://sirdargroup.com

Menganalisis kekuatan kompetitor merupakan hal yang patut untuk dipertimbangkan. Tanpa hal tersebut, bisa jadi campaign yang telah kita buat dipastikan akan kalah telak dengan campaign kompetitor.

Oleh karena itu, menganalisis kompetitor mampu memberikan wawasan bagi kita terhadap jenis campaign yang tepat. Kita bisa belajar dari kompetitor dengan melihat campaign seperti apa yang berpotensi viral di media sosial. Untuk mengetahui cara menganalisis kompetitor, kita bisa melihat panduan mengenai cara menganalisis kompetitor di media sosial.

Memperhatikan Pesan Marketing

Marketing Message

Sumber Foto: https://www.bourncreative.com

Salah satu hal penting yang dimiliki oleh marketing campaign adalah sebuah konten. Sebuah konten merupakan “nyawa” yang menentukan apakah campaign tersebut akan berhasil atau tidak. Oleh karena itu, menciptakan sebuah konten yang berkualitas harus lah ditopang dengan analisis konten yang kuat.

Dalam dunia marketing, setiap konten yang dibuat haruslah mengandung pesan marketing atau yang sering dikenal dengan istilah 3C, yaitu:
  • Communicative : Informasinya jelas dan tidak membingungkan pembaca.
  • Compelling : Informasinya harus menarik dan memiliki ciri khas (gaya bahasa dan visual)
  • Consistent : Informasinya harus konsisten.

Dalam hal ini, pesan marketing yang ditampilkan tidak selamanya dalam bentuk teks. Di media sosial, terdapat beragam jenis post yang mampu meningkatkan pesan marketing yang dibuat, baik itu dalam bentuk video, foto dan lainnya. Oleh karena itu, kita bisa melihat panduan cara meningkatkan virality di media sosial, untuk mengetahui jenis post yang potensial.

Memantau Kinerja Campaign

NoLimit Dashboard

NoLimit Dashboard

Pada dasarnya, setiap campaign yang kita buat pasti memiliki hasil yang berbeda. Di satu kondisi, kita pun pernah mengalami kegagalan dalam membuat marketing campaign. Namun, alangkah baiknya jika kita terus belajar terhadap kegagalan tersebut dan berusaha untuk menghindari kegagalan yang sama di lain waktu.

Oleh karena itu, memantau kinerja campaign merupakan langkah terakhir untuk menentukan apakah campaign tersebut berhasil atau tidak. Untuk menentukan hal tersebut, kita harus menggunakan alat ukur yang tepat dan akurat. Dalam hal ini, NoLimit Dashboard mampu memantau kinerja dari sebuah campaign dari sejak awal dibuat hingga akhir periode. Hasilnya, campaign tersebut pun akan dipantau dengan metrik analisis yang bisa digunakan untuk menganalisis kinerja campaign.

 

About the author

ilham-saputra
Ilham Saputra
SEO & Social Media Content at

Hello, I am very enthusiastic about the world of SEO and digital marketing, I am happy to write something with good SEO rule. Have a hobby copy writing and love to interact with people.