Perkembangan media sosial di dunia marketing terus berkembang seiring dengan semakin banyaknya Influencer di media sosial, seperti YouTubers, Selebgram, SelebTweet dan masih banyak lagi. Beberapa hari yang lalu pun kami baru saja membahas bagaimana para Influencer di Instagram (Selebgram) membuat konten endorsement sebagai media marketing.

Akan tetapi, beberapa hari yang lalu baru saja beredar kabar bagaimana seorang Social Media Influencer ditolak untuk mempromosikan salah satu hotel mewah di Dublin, Jerman.

Kasus ini diawali ketika Elle Darby, seorang YouTubers (93,003 Subscribers) dan Selebgram (85,027 Followers) menghubungi pemilik dari The White Moose Café, Paul Stenson untuk melakukan kolaborasi.

Melalui akun resmi dari The White Moose Café, Paul Stenson memaparkan bagaimana Elle Darby menghubunginya, ditambah dengan bagaimana Paul Stenson merespon dan menolak tawaran tersebut.

Secara garis besar, Elle Darby sedang melakukan perjalanan wisata ke Jerman dan ingin mendapatkan tiket menginap secara gratis di hotel tersebut. Akan tetapi, Paul Stenson menolak tawaran tersebut, dan menurutnya Teknik marketing seperti ini tidak realistis untuk dilakukan.

Hal ini semakin ramai dibicarakan ketika Elle Darby mengunggah video di YouTube dengan konten bagaimana dirinya tersingkap dan mulai mendapatkan kritikan pedas di media sosial. Faktanya, Paul Stenson sendiri tidak pernah mengungkap siapa nama dari Influencer yang mengajukan kolaborasi dengan tiket menginap gratis di hotelnya. Nama Elle Darby sendiri terungkap ketika dirinya mengunggah video YouTube di kanalnya sendiri.

Seiring dengan banyaknya komentar positif dan negatif pada ke dua belah pihak, Paul Stenson kembali menggunngah sebuah postingan melalui akun resmi The White Moose Café. Secara garis besar, kini dirinya, mewakili The White Moose Café, menolak segala jenis kerja sama dengan Blogger atau Social Media Influencer.

Sampai saat ini, kami memantau postingan tersebut sudah memiliki 36K Like dan 1,253 Shares. Dengan banyaknya pula komentar positif dan juga negatif terhadap postingan tersebut, secara garis besar, kini kredibilitas seorang Social Media Influencer sudah mulai dipertanyakan. Apabila kredibilitas pekerjaan sebagai seorang Influencer di internasional mulai dipertanyakan, bagaimana nasib para Influencer di Indonesia?

About the author

Gerry Ardian Alamsyah
Social Media and Content Marketing at | gerry@nolimit.id | Website

As a Content Marketing, I manage everything related to Content, whether it is on Social Media or even writing any documents for the company. "Don't need to listen to me, I speak more through writing"