Dunia digital telah berkembang dengan cepat. Kehadiran dunia digital telah mempengaruhi perilaku gaya hidup masyarakat ke arah gaya hidup modern. Hal tersebut bisa kita jumpai dengan adanya pergeseran perilaku konsumtif dari tradisional ke arah modern. Jika dahulu, kita senang untuk pergi berbelanja ke beberapa tempat pasar swalayan maupun pasar tradisional, maka saat ini orang cenderung senang untu beberlanja melalui perangkat smartphone. Hal tersebut yang menyebabkan pertumbuhan di sektor ekonomi mengalami peningkatan, karena orang-orang tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk berbelanja. Akhrnya, pola konsumsi masyarakat pun akan meningkat.

Dengan adanya perkembangan ekonomi digital saat ini, lantas membuat beberapa individu maupun kelompok mengambil langkah inovasi bisnis dengan membuat toko online atau E-Commerce. E-commerce sendiri memang di rancang dengan tujuan untuk mengakomodir segala bentuk kebutuhan pokok masyarakat. Hal inilah yang nantinya akan mempengaruhi pergeseran belanja offile ke arah belanja online.

Tak khayal, di awal kemunculan E-Commerce, animo masyarakat pun cukup besar. Saat ini orang-orang dengan senangnya berbelanja melalui website-wbeiste E-Commerce. Belum lagi dengan banyaknya promo yang ditawarkan jelas akan menarik perhatian orang untuk berbelanja online. Melihat peluang tersebut akhirnya membuat segelintir orang pun mulai berusaha menciptakan E-Commerce baru.

Hal tersebut bisa kita jumpai dengan bermunculannya E-Commerce dengan promo-promo yang bervariatif. Dampaknya, daya saing pun akan meningkat diantara kompetitor. Perang harga dan promo selalu menjadi andalan untuk menarik hati pelanggan. Belum lagi dengan beragam iklan E-Commerce yang menghiasi setiap kota dan media dengan membawa pesan promosi yang berbeda-beda. Begitu juga di media sosial, seluruh campaign pun disebar luaskan melalui slot iklan di berbagai media sosial.  Walaupun harus menghabiskan budget promosi yang sangat besar, jelas tidak membuat mereka menghentikan langkah untuk melakukan “pembakaran uang”.

Lalu, Apa Tujuan Mereka Melakukan Promosi Secara Masif?

Sebagian orang pun banyak yang bertanya-tanya mengenai tindakan promosi yang dilakukan setiap E-Commerce. Jika kita analisis lebih dalam, pada dasarnya mereka mempunyai tujuan yang lebih jauh dari hanya sekedar “menjual” produk. Layaknya sebuah brand pada umumnya, mereka pun memiliki prioritas utama untuk mengembangkan brand dibanding fokus pada transaksi penjualan semata. Fungsinya adalah untuk menciptakan mindset yang positif di kalangan masyarakat terhadap brand tersebut. Ketika orang telah memiliki mindset yang positif, tentu akan membuat orang-orang terus menggunakan brand tersebut untuk berbelanja setiap saat. Orang-orang akan beranggapan bahwa brand tersebut sangat dipercaya untuk melakukan transaksi online, misalkan karena brand tersebut menyediakan barang yang berkualitas, memiliki pelayanan yang baik maupun transaksi yang aman.

Pada dasarnya, hampir seluruh E-Commerce pun memiliki tujuan mindset yang serupa yaitu menumbuhan kepercayaan konsumen dalam menggunakan produk E-Commerce. Untuk itu, salah satu cara untuk mendominasi kompetitor lainnya adalah dengan menciptakan brand awareness yang tepat.

Pentingnya Brand Awareness di Media Sosial

Brand Awarness on Facebook

https://cdn.rswebsols.com/wp-content/uploads/2015/02/acer-facebook-internet-laptop-notebook-technology-typing-website-writer-writing.jpg

Meningkatkan kesadaran sebuah brand (brand awareness) terhadap pengguna di media sosial merupakan hal yang paling mendasar untuk membuat sebuah brand itu tumbuh dan unggul. Seiring berjalannya waktu, melalui tindakan brand awareness yang tepat brand pun akan semakin dipercaya oleh pengguna dan berdampak pada meningkatnya transaksi penjualan di media sosial.

Membangun brand awarness sejatinya membutuhkan proses waktu yang tidak sebentar. Perlu adanya strategi yang tepat untuk memberikan hasil yang maksimal. Setelah membuat strategi yang tepat, selanjutnya kita harus memantau perkembangan strategi tersebut melalui parameter keberhasilan yang sesuai. Sehingga, kita bisa menentukan apakah strategi tersebut berhasil atau tidak dalam meningkatkan brand awareness.

Bicara mengenai parameter keberhasilan, ada beberapa indikator keberhasilan yang mampu menentukan posisi brand awareness di media sosial yaitu jumlah audience dan engagement rate. Selain itu, untuk melihat indikator reputasi brand di media sosial, kita bisa melihat berdasarkan nilai sentimen dan total talk yang dimiliki dari setiap brand.

Sebagai contoh dari analisis brand awareness, berikut ini  kami sajikan beberapa analisis terkait brand awareness terhadap E-commerce di Indonesia berdasarkan hasil pantauan pada tanggal 26 November sampai 2 Desember 2017:

Audience

Audience on Instagram

http://buzzoid.com/wp-content/uploads/2016/08/instagram.jpg

Audience merupakan objek terpenting dalam brand awarness di media sosial. Jumlah audience akan menentukan jumlah interaksi yang terjalin secara organik maupun non-organik. Walaupun saat ini telah hadir iklan di media sosial untuk menjangkau audience non-organik, namun kehadiran audience secara organik akan jauh memberikan kontribusi lebih besar dalam meningkatkan interaksi dan kepercayaan. Hal ini disebabkan karena di dalam audience organik berisi orang-orang yang secara sadar untuk mengikuti brand tersebut dengan istilah follower.

Jika kita mengacu pada perolehan audience terbanyak di masing-masing E-commerce, Lazada merupakan E-commerce dengan audience terbanyak di Indonesia. Total perolehan audience Lazada di bererapa platform media sosial adalah sebanyak 20,931,649. Angka tersebut di dominasi oleh media sosial Facebook dengan perolehan audience sebanyak 20,115,006. Perolehan audience tersebut cukup membuat Lazada populer dikalangan masyarakat pengguna media sosial di Indonesia.

Growth Audience

Social Media Followers

http://socialpulsar.com/wp-content/uploads/2016/01/S4.jpg

Ketika sebuah strategi brand awareness dijalankan, maka indikator keberhasilan selanjutnya adalah yang bisa dilihat adalah melalui pertumbuhan audience dari periode ke periode. Dari berbagai E-commerce yang ada saat ini, kami melirik e-commerce JD.ID dengan pertumbuhan audience tertinggi. Hal tersebut terlihat dengan meningkatnya perkembangan audience sebesar 4.88 % dengan total audience terakhir yaitu 842,357. Sebagai pendatang baru di dunia E-commerce, JD.ID memiliki konsep bisnis yang cukup menarik untuk meningkatkan kepercayaan audience. Terbukti dengan slogan #DijaminOri yang menyebabkan brand tersebut cukup dikenal sekaligus menepis isu-isu negatif yang berkembang di dunia E-commerce. .

Engagement Rate & Talk

Engagement Rate & Talk

https://smhack.io/blog/wp-content/uploads/2017/09/feature-image.jpg

Engagement rate merupakan perbandingan interaksi yang dilakukan audience berdasarkan jumlah audience yang dimiliki. Dalam hal ini, perolehan engagement rate tertinggi dimiliki oleh Shopee. Shopee memiliki engagement rate sebesar 0.21. Angka tersebut cukup tinggi dibandingkan dengan E-Commerce lainnya.

Selain nilai engagement rate yang tinggi, Shopee pun memiliki total talk yang lebih tinggi dibandingkan E-Commerce lainnya, selain itu total talk yang dimiliki Shopee adalah sebanyak 25,060.

Nilai Sentimen

Sentiment Analysis

http://katalystcommunications.com/wp-content/uploads/2016/02/brand-sentiment2-880×470.jpg

Setelah memantau beberapa poin di atas, poin terakhir yang menjadi indikator suksesnya brand awareness sebuah perusahaan adalah nilai sentimen. Pada poin ini, total tolk yang tinggi di poin-poin sebelumnya bisa saja malah menjadi sebuah malapetaka untuk sebuah brand apabila sentimen dari setiap percakapan bermuatan negatif.

Dalam hal ini, Lazada memiliki nilai sentimen tertinggi. Terbukti dengan total perolehan sentimen sebanyak +93.11 % yang menandakan bahwa brand tersebut sangat populer dan memiliki sentiment positif di mata mayoritas audience. Hal tersebut dikarenakan jenis konten yang mampu memancing interaksi dengan percakapan-percakapan yang positif, seperti kuis, infografis maupun informasi lainnya.

Kesimpulan

Melihat trend bisnis digital saat ini, nampaknya E-commerce di Indonesia sudah sadar betul akan pentingnya brand awareness dan brand reputation di media sosial. Mengacu pada 4 poin penting di atas, rupanya para E-Commerce telah membuktikan pentingnya brand awareness di media sosial. Hal tersebut bisa dilihat melalui angka-angka analisis yang bermuatan positif. Dengan demikian, melalui indikator keberhasilan di atas, di harapkan mampu memberikan analisis yang tepat bagi brand untuk terus mengembangkan strategi brand awareness di media sosial.

About the author

ilham-saputra
Ilham Saputra
SEO & Social Media Content at

Hello, I am very enthusiastic about the world of SEO and digital marketing, I am happy to write something with good SEO rule. Have a hobby copy writing and love to interact with people.