Tepat beberapa hari yang lalu, media sosial kembali diramaikan oleh hashtag #sayapribumi yang sempat menjadi trending topic di beberapa media sosial. Hashtag tersebut muncul tepat setelah ramainya pro dan kontra pidato pelantikan Gubernur baru DKI Jakarta, Anies Baswedan. Dalam pidatonya, Anies menyebut istilah “pribumi” ketika bercerita mengenai kolonialisme. Berikut sekilas isi pidato yang membuat ramai para netizen di Indonesia.

“Jakarta ini satu dari sedikit kota di Indonesia yang merasakan kolonialisme dari dekat. Penjajahan di depan mata itu di Jakarta. Selama ratusan tahun (betul tidak sekalian)

Di tempat lain penjajahan mungkin terasa jauh. Tapi di Jakarta, bagi orang Jakarta, yang namanya kolonialisme itu di depan mata. Dirasakan sehari-hari.

Karena itu, bila kita merdeka maka janji-janji itu harus terlunaskan bagi warga Jakarta.

Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan, kini telah merdeka. Kini saatnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Jangan sampai, Jakarta ini seperti yang dituliskan dalam pepatah Madura Itik se atellor, ajam se ngeremme. Itik yang bertelor Ayam yang mengerami.

Kita yang bekerja keras yang untuk merebut kemerdekaan, mengusir kolonialisme, kita semua harus merasakan manfaat kemerdekaan di ibu kota ini.”

Setelah pidato tersebut tersebar di media sosial, maka timbul perbincangan hangat baik itu yang membela Anies bahkan ada yang mencaci pidato tersebut dengan anggapan bahwa kata “pribumi” mengandung unsur sara dan kebencian terhadap etnis tertentu.

Hal Apa yang Memicu Kemunculan #SayaPribumi?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, awal muncul Hashtag #SayaPribumi dipacu oleh perdebatan netizen terkait isi pidato Anies Baswedan. Penggunaan kembali kata “pribumi” tersebut lah yang menjadi satu-satunya penyebab awal mula perdebatan di media sosial. Beberapa pihak menyebut bahwa istilah pribumi yang disampaikan Anies merupakan kata yang memiliki unsur sara dan kebencian tertentu, dengan dalih bahwa yang disampaikan oleh Anies Baswedan melanggar Inpres no. 26 tahun 1998 dalam penggunaan istilah Pribumi dan Non-Pribumi.

Setelah menganalisa lebih dalam, sebenarnya di media sosial Twitter sendiri, kata kunci “Pribumi” lah yang pertama kali menjadi trending topic dengan postmade mayoritas berisikan protes atas isi pidato yang dipaparkan oleh Bapak Anies. Untuk beberapa netizen lainnya yang membela maksud pidato dari Bapak Anies, mereka mulai menggunakan Hashtag #SayaPribumi sebagai penanda bahwa tidak ada yang salah dari maksud dan tujuan isi pidato tersebut.

Hashtag #SayaPribumi muncul pertama kali di media sosial platform Twitter lalu menyebar ke media sosial Facebook dan Instagram. Khususnya di Twitter, netizen beramai-ramai memasang status dengan hashtag #sayapribumi dan memasang foto profil dengan tulisan #sayapribumi. Seketika dalam waktu yang sama hashtag tersebut langsung naik menjadi trending topic, khususnya di media sosial Twitter. Terhitung dari awal mulai Hashtag tersebut kami mendata ada 9.872 Talk dan hingga kini hashtag tersebut masih terus berlanjut digunakan di media sosial.

Perbincangan Di Balik #SayaPribumi

Seperti yang kita ketahui bahwa perhitungan Share (Retweet pada Twitter) di media sosial akan meningkatkan Potential Impression, di mana artinya semakin banyak yang melakukannya, maka akan semakin banyak juga yang membaca konten tersebut. Telebih lagi konten yang berisikan perdebatan, tentu akan semakin banyak netizen yang turut berdiskusi perihal topik tersebut.

Lalu, alasan lainnya mengapa Hashtag tersebut bisa viral dan menjadi Trending Topic adalah karena adanya turut campur dari beberapa Influencer di media sosial. Salah satu akun yang turut meramaikan Hashtag tersebut adalah Ernest Prakasa. Dengan jumlah Followers sekitar 440.000, tentu setiap kicauan yang ia buat akan banyak dilihat dan direspon oleh netizen lainnya.

Salah satu kicauan Ernest yang mengundang banyak Retweet dan Share adalah tentang ketidaknyamanan dirinya terhadap kata “Pribumi” di dalam isi pidato tersebut.

Dengan jumlah 1,033 Retweets dan 98 komentar, diskusi perihal makna di balik kata pribumi akan terus berlanjuta sampai beberapa waktu ke depan. Ernest pun menuliskan beberapa postingan lainnya dengan menggunakan #SayaPribumi.

Apabila kita kaji sedikit lebih dalam perihal ramainya Hashtag #SayaPribumi di media sosial, rupanya garis besar isi dari diskusi tersebut adalah apa arti sebenarnya dari kata “Pribumi” itu sendiri. Media sosial sebagai media yang sangat bebas digunakan untuk berpendapat beraspirasi dan berdiskusi, tentu akan selalu menjadi wadah yang ramai digunakan sebagai tempat dalam berdiskusi. Bahkan, bukan tidak mungkin setelah ini masih akan bermunculan Hashtag lainnya yang masih berhubungan dengan topik “pribumi” ini.

Fakta Di Balik Hashtag #SayaPribumi

Di samping diskusi perihal “Pribumi” yang belum kunjung usai di media sosial, kami pun tertarik dengan mencari tahu fakta apa yang ada di balik Hashtag tersebut. Dengan menggunakan mesin NoLimit Dashboard, kami pun mulai mencari tahu siapa sebenarnya yang menggunakan Hashtag tersebut. Lalu, siapa sebenarnya yang paling aktif menggunakan Hashtag tersebut, dan juga fakta-fakta lainnya. Oleh karena itu, kami menyuguhkan hasil analisis perihal #SayaPribumi dalam bentuk infografik.

Infografik #SayaPribumi di Twitter

Infografik #SayaPribumi di Twitter

About the author

Gerry Ardian Alamsyah
Social Media and Content Marketing at | gerry@nolimit.id | Website

As a Content Marketing, I manage everything related to Content, whether it is on Social Media or even writing any documents for the company. "Don't need to listen to me, I speak more through writing"