Konten audio visual (video) baru-baru ini naik daun. Paling tidak, mulai beranjak naik trennya sejak tahun 2008. Kini, konten video pun mulai mengalahkan bentuk konten lain. Hal ini tentunya tidak lepas dari semakin “murah”-nya konten video untuk dinikmati.

10 tahun yang lalu, video bukanlah sebuah media memasarkan yang baik di Internet. Besarnya konsumsi data yang diperlukan, tentunya akan membuat para pengguna Internet emoh menonton video di gadgetnya. Ditambah lagi belum banyak pula gadget yang memiliki spesifikasi untuk memutar video dengan baik.

Namun kini, semua orang bisa menikmati video. Harga dan juga ketersediaan Internet yang kini sudah semakin luas juga murah, dan semakin banyaknya gadget canggih dengan harga bervariasi; menonton video di gadget pun kini jadi lebih mudah.

Tidak hanya itu, dari catatan Kantor Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebanyak 90 persen masyarakat Indonesia di atas 10 tahun, lebih suka menonton daripada membaca. Hal ini kemudian dimanfaatkan banyak orang untuk membuat video yang menarik untuk menggaet para pengguna Internet Indonesia.

Poin-poin di atas adalah beberapa alasan mengapa video merupakan media yang tepat untuk memasarkan sesuatu di Internet. Tapi paling tidak, ada beberapa alasan penting lain mengapa kita perlu untuk menggunakan konten video dalam digital marketing.

 

Meningkatkan Konversi dan Penjualan

https://www.covideo.com/wordpress/wp-content/uploads/2015/11/business-397.jpg

Membuat video memang memerlukan usaha dan dana yang berlebih. Tapi, video juga terbukti bisa meningkatkan pendapatan. Menggunakan video di landing page dapat meningkatkan konversi (conversion) hingga 80%.

Video juga berdampak langsung pada angka penjualan. Sebuah studi menyebutkan bahwa 74% pengguna yang menonton video explainer tentang suatu produk akan membeli produk tersebut.

Jika masih ragu bahwa konten video tidaklah terlalu efektif, cobalah banyangkan: dulu, pegiat digital marketing (media sosial) berhasil meningkatkan engagement secara drastis dengan menggunakan foto atau gambar. Dengan gambar bergerak, tentunya engagement akan lebih besar lagi.

 

ROI Konten Video Menjanjikan

Dari situs dreamgrow.com, tercatat bahwa 76% bisnis menyebut jika video memberikan return of investment (ROI) yang menjanjikan. Memang, seperti disebutkan sebelumnya, produksi video bukanlah hal yang mudah dan murah. Tapi, konten video terbukti menjanjikan keuntungan yang lebih. Terlebih, kini beberapa alat membuat video sudah mulai terjangkau. Bahkan, beberapa telepon genggam pun kini sudah memiliki kamera HD yang baik.

Tidak hanya itu, produksi video pun sebenarnya tidak perlu sempurna. Yang terpenting adalah konten yang dapat menjelaskan produk dan tepat untuk target pasar.

 

Membentuk Trust

Trust. Kepercayaan. Adalah hal penting yang harus ada dalam setiap penjualan. Baik itu di dalam maupun di luar Internet. Video promosi dapat menciptakan itu. Kebanyakan pembeli malas untuk membeli/menggunakan sebuah produk yang dijual di Internet karena mereka takut ditipu. Tapi video marketing yang efektif dapat membangun kepercayaan yang hilang tersebut. Maka tidak heran jika 57% konsumen mengatakan bahwa video memberikan mereka rasa percaya diri untuk berbelanja atau menggunakan jasa di Internet.

 

Google Loves it!

Video yang dipasang di halaman website dapat meningkatkan waktu berkunjung pengguna. Dengan kata lain, situs tersebut akan dilihat sebagai situs dengan konten terpercaya, sehingga mesin pencari menyukainya. Moovly.com bahkan menyebutkan bahwa situs kita akan 53 kali lebih sering muncul di Google jika ada video yang dipasang di websitenya. Sejak Google membeli YouTube, kini ada kenaikan signifikan bagaimana video bisa berpengaruh pada ranking situs pencari.

Di YouTube sendiri, pastikan untuk mengoptimalkan video untuk SEO. Tulislah judul dan deskripsi yang menarik. Jangan lupa tambahkan link ke website, produk, dan jasa Anda.

 

Ramah Pengguna Smartphone

http://amalasvegas.com/wp-content/uploads/2017/04/Videomarketing.jpg

Video dan handphone kini berjalan beriringan. Sejak kuartal 3 tahun 2013 lalu, handphone yang dapat memutar video meningkat drastis. YouTube melaporkan bahwa konsumsi mobile video terus meningkat paling tidak 100% di tiap tahunnya. Karena banyak orang yang menonton video sambil beraktivitas, dan juga ditambah dengan pengguna telepon pintar yang terus meningkat, maka penikmat video pun akan terus berkembang.

Bahkan, Google kini menyebut bahwa penonton video di telepon pintar paling tidak dua kali lebih banyak daripada penonton TV.

 

Cocok untuk Konsumen yang Malas

Video adalah media yang cocok untuk belajar, dan juga sangat mudah untuk dinikmati. Berbeda dengan konten tulisan tentang produk yang harus dibaca dalam waktu yang lama, video bisa dinikmati dengan cepat dalam durasi yang lebih singkat. Suatu hal penting di era serba cepat ini. Video juga dapat dinikmati oleh banyak target market yang luas. Terutama bagi mereka yang cenderung “pemalas” untuk membaca.

 

Mudah untuk Dibagikan dan Disebarkan

Seseorang yang menggunakan media sosial nyatanya lebih suka membagikan (share) tautan video dibandingkan tautan foto atau artikel/teks. Tidak hanya itu, kini media sosial, sudah menambah banyak fitur video yang menjadikan konten lebih menarik.

Ambil contoh Facebook. Kini facebook punya banyak fitur. Mulai dari 360 video, live video, dan lifestage. Di Instagram, kita juga bisa mengupload 60 detik video dan Instagram Stories,  juga bisa live. Twitter bahkan juga punya fitur live melalui Periscope. Perlu diingat, karakter pengguna media sosial kebanyakan adalah penikmat konten emosional. Maka dari itu, perlu dibuat video-video yang menarik pengguna sehingga dapat meningkatkan shares.

***

http://www.sharonsbythesea.com/wp-content/uploads/2016/02/marketing.jpg

Iklan video kini sudah semakin murah dan mudah disebarkan. Hal ini dikarenakan oleh semakin berkembangnya teknologi yang memudahkan penyebaran video ke berbagai penjuru dunia. Membuat video marketing untuk bisnis membutuhkan kreativitas dan juga pengetahuan akan kebiasaan orang dalam menggunakan Internet. Dengan menguasainya, akan lebih mudah untuk memproduksinya dengan menggunakan budget yang sedikit.

Perlu diingat bahwa kini video marketing terus berkembang. Maka dari itu producer video perlu terus mencari cara, ide, cerita, dan juga berbagai macam teknik yang baru dan menarik; sehingga video yang diproduksi tidak kalah hebat dari video yang lain.

Karena di industri yang berkembang cepat seperti sekarang, tentunya hanya yang datang dengan ide kreatif lah yang bisa bertahan.

About the author

Ryan Achadiat
Digital Marketing, Copywriter and Video Producer |

Ryan Achadiat adalah seorang Digital Marketing Copywriter and Video Producer di salah satu startup di Bandung. Ia pernah menjajal pekerjaan sebagai video journalist TV digital dan streaming dan juga field producer stasiun TV berita nasional. Ia jarang menulis di blognya ryanachadiat.wordpress.com dan malah senang berkicau di akun Twitternya @aditryan