Pada hari senin, 24 Juli 2017, CTO NoLimit, Harimurti Prasetio mendapatkan kesempatan berharga menjadi pembicara dalam rangkaian acara Bandung JS 4. Bandung JS4 sendiri di selenggarakan di kantor Xtremax Indonesia yang bertempat di jalan pasirkaliki no.23 Bandung. Acara Bandung JS dibuat sebagai sarana meet up para javascript programmer dengan membahas mengenai dunia  pemograman javascript dan saat ini sudah mencapai pertemuan yang ke empat. Pada rangkaian acara Bandung JS 4 kemarin, panitia mengundang juga software engineer Bukalapak, Zayn Fathoni sebagai pembicara mengenai Redux performance. Sedangkan, CTO NoLimit memberikan materi mengenai High Performance Node JS.

Suasana yang sangat meriah ketika para peserta mendengarkan dua pembicara tersebut memaparkan materi. Masing-masing menceritakan pengalaman pribadinya mengenai bahasa pemograman yang dipelajari selama ini. Dalam pembahasan mengenai NodeJS, CTO NoLimit memberikan penjelasan sederhana mengenai definisi, penggunaan dan program sederhana server side Node JS.

CTO Nolimit Beserta Tim

CTO Nolimit Beserta Tim Dalam Acara Bandung JS 4

Dalam pemaparan lebih detail mengenai Node JS. CTO NoLimit menjelaskan lebih dalam mengenai pertimbangan untuk menggunakan Node JS terhadap sebuah pembuatan sistem tertentu. Terutama efektifitas Node JS terhadap data processing. Menurutnya, menghadapi sebuah data processing yang banyak dengan mengandalkan resource CPU akan menimbulkan stuck. Karena, ketika Node JS mengolah request yang terlalu banyak menyebabkan request tersebut akan dipindahkan ke resource memory di server. Jika resource memory sudah terlalu penuh maka, program akan kesulitan menyelesaikan task yang tertunda dan berkutat dengan request sebelumnya. Hal ini akan lebih parah, jika request data yang masuk dan kehabisan resource memory maka host yang akan mendapatkan request input dan hal tersebut akan menyebabkan aplikasi tersebut mengalami stuck.

Apalagi, jika hal tersebut digunakan untuk mengolah big data yang di ambil dari social media maka, akan jauh lebih sulit mengolah semua data yang terproses dalam sebuah aplikasi. Di tambah, NoLimit adalah perusahaan social media monitoring yang mana mengelola semua jenis data yang ada di social media dan di analisa dalam sebuah aplikasi berbasis web. Sehingga, bisa dipastikan request data yang dihadapi akan sangat banyak setiap harinya.

Dengan demikian, beliau menyimpulkan bahwa Node JS lebih baik digunakan untuk kepentingan I/O insentif dibanding CPU insentif. Karena, kembali lagi jika hal tersebut harus melibatkan source memory dan memiliki keterbatasan hal tersebut maka, Node JS tidak mampu untuk mengolah semua request dan akhirnya terjadi pending task dan berujung stuck pada sebuah aplikasi web.